Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Didominasi Ibu-Ibu, Lumayan buat Tambahan Pendapatan Keluarga

adminbp-Admin Balpos • 2019-03-08 10:34:24
TELITI: Para petugas yang didominasi ibu-ibu saat menyortir dan melipat surat suara di Kantor KPU Balikpapan.
TELITI: Para petugas yang didominasi ibu-ibu saat menyortir dan melipat surat suara di Kantor KPU Balikpapan.

BALIKPAPAN-Aula dan sudut-sudut di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan dipenuhi kaum ibu. Mereka tengah sibuk menyortir dan melipat ribuan surat suara. Tampak pula bapak-bapak dan para pemuda yang ikut mengerjakan.

Sebelum dilipat, lembar surat suara itu diperiksa kelaikannya. Jangan sampai ada surat suara yang rusak ikut terlipat. Kemudian, setiap 25 lembar surat suara yang sudah dilipat, dijadikan satu bundel.

 Warga Kelurahan Baru Ilir, Kartini (42) mengaku mendapatkan honor Rp 100 per lembar surat suara pemilihan legislatif (pileg) yang dilipat. Sedangkan untuk surat suara pilpres, dihargai Rp 50 per lembar.

“Kemarin, saya sudah melipat 500 lembar. Kalau hari ini maunya bisa 1.000 lembar. Kerjanya mulai jam delapan pagi sampai lima sore,” kata ibu rumah tangga itu, sembari melipat surat suara pemilihan anggota DPR RI, kemarin (7/3).

Dalam proses pelipatan surat suara, Kartini menggunakan alat, berupa sebuah botol bekas minuman penambah stamina. “Botol ini fungsinya supaya kertas yang dilipat lebih rapi,” ucapnya seperti seorang ahli. Kartini baru pertama kali menjadi tenaga sortir dan pelipatan surat suara. Ini dilakoninya untuk menambah penghasilan keluarga.

“Anak saya empat dan suami kerjanya buruh angkut pelabuhan. Kalau ikut begini ‘kan lumayan buat tambahan, ya, supaya asap dapur keluarga tetap mengepul,” ujarnya.

Sementara Rena (48), warga yang bermukim di sekitar Pelabuhan Semayang ini mengaku mendapatkan informasi terkait pelipatan surat suara dari ketua RT-nya. “Ada Pak RT kasih tahu, ‘kan honornya lumayan buat nambah-nambah. Kemarin saya lipat 250 lembar. Kalau hari ini, belum tahu, bisa berapa lembar yang dilipat,” kata Rena, yang sudah terbiasa menjadi tenaga sortir dalam setiap penyelenggaraan pemilu.

“Saya ‘kan nggak ada kerjaan, cuma ibu rumah tangga aja. Ketimbang nganggur di rumah, ya, mending ikut bantu-bantu di sini. Lagian saya nggak pasang target berapa yang terlipat. Yang penting kerja aja,” imbuhnya.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha mengungkapkan, sebanyak 300 warga dilibatkan dalam proses sortir dan pelipatan surat suara yang jumlahnya mencapai 1.450 koli atau 725 ribu lembar.

“Ya, harus dilipat dari sekarang, karena kalau nunggu semua surat suara datang dan terkumpul, ya nggak cukup waktunya, mepet,” kata Noor Thoha.

Semua lokasi di sekitar gedung KPU dimanfaatkan untuk penyortiran dan pelipatan surat suara. “Sampai lorong-lorong ya dipakai juga. Prosesnya ini ikut diawasi Bawaslu,” pungkasnya. (cha/rus/k1)

Editor : adminbp-Admin Balpos