KORAMIL, TNI Angkatan Laut (AL) bersama Polsek Maratua rutin menggelar patroli gabungan di perairan Maratua, menyusul adanya informasi warga yang melihat kelompok Abu Sayaf hendak masuk perairan Indonesia melalui Maratua.
Danramil Maratua Mayor Infantri (Inf) Sarwono, mengatakan pada 8 Maret lalu, ada laporan warga yang melihat adanya salah seorang dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina yang hendak masuk ke Indonesia melalui perairan Maratua yang berbatasan langsung negara yang dipimpin presiden Rodrigo Duterte, itu.
“Dalam patroli ini kami menyusur wilayah perairan Maratua, dan tidak menemukan hal yang mencurigakan. Hanya beberapa nelayan lokal yang sedang mencari ikan,” jelas Sarwono kepada Berau Post, kemarin (21/3).
Ia mengaku tidak ingin kecolongan dengan masuknya kelompok teroris Abu Sayyaf ke Indonesia melalui perairan Maratua. Terlebih, kata dia, Pulau Maratua merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang bisa saja dijadikan perlintasan bagi kelomok Abu Sayyaf untuk masuk ke Indonesia.
“Maratua berada di gugusan pulau terluar di Indonesia, maka dari itu kami tidak ingin sedikit pun kelompok Abu Sayyaf ini masuk. Beberapa hari lalu kami juga melakukan pemeriksaan tamu-seluruh resor di Maratua untuk mengantisipasi hal itu,” lanjutnya.
Perwira dengan satu bunga di pundaknya itu menegaskan, tidak akan memberi ruang sedikitpun bagi teroris masuk ke Indonesia melalui perairan Maratua. “Maratua sendiri berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina, maka dari itu kami akan kuatkan standar pengamanan di sini,” ujarnya. (*/yat/asa)
Editor : uki-Berau Post