Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Warga Antusias Berikan Kontribusi

octa-Octa • 2019-04-12 10:20:27

Tak hanya sejarah kebudayaan, tanah Kutai menyimpan banyak kisah jejak penyebaran agama Islam. Makam ulama Banjar Syekh Abu Thalhah, keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, adalah salah satunya.

SELAMA tiga tahun terakhir, ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Haul Akbar Syekh Abu Thalhah di Jalan KH Ahmad Muksin, Gang Kubur, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Syekh Abu Thalhah merupakan ulama tersohor asal Kalimantan Selatan yang merupakan cucu Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Dia juga merupakan saudara kandung dari Datu Balimau Syekh Ahmad bin Mufti Muhammad As’ad bin Syarifah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Sedangkan ayahnya merupakan seorang di kerajaan Banjar. Tak heran jika akhlak mulia sang ayah diwariskan kepada anak-anaknya yang menjadi penerus menyebarkan ajaran Islam.

Haul Syekh Abu Thalhah yang keempat akan digelar pada Sabtu (27/4) di Gang Kubur, Kelurahan Timbau. Penanggung jawab kegiatan haul menjelaskan, sebelum haul akbar tersebut rutin dilaksanakan di kubah Syekh Abu Thalhah, kegiatan haul tersebut sebenarnya juga rutin digelar di luar kubah. Kubah pemakaman beliau pertama kali diinisiasi oleh KH Ahmad Marzuki Al Banjari yang merupakan orangtua dari KH Saifudin Marzuki atau yang akrab dikenal guru Handil.

Penanggung jawab kegiatan Haul Syekh Abu Thalhah keempat Fadli mengatakan, beberapa tahun terakhir jumlah jamaah haul terus meningkat. Pria yang akrab disapa Haji Fadli itu pun menyebut, pada 2018, jumlah jamaah haul tak kurang dari 6 ribu jiwa. Dihitung dari persediaan makanan yang dibuat oleh panitia.

Jumlah tersebut belum termasuk dari sumbangan makanan dari masyarakat serta donator pada hari-H pelaksanaan. “Jumlah jamaah ribuan dan tiap tahun terus meningkat. Alhamdulillah, antusias warga juga besar sekali terhadap penyelenggaraan haul. Tak hanya membantu secara materi tetapi juga tenaga. Bahkan, warga yang rumahnya di sekitar kubah banyak sukarela menjadi tempat mendistribusikan makanan dan sebagainya,” terang Fadli.

Sejumlah ulama Kalimantan Selatan serta warga di berbagai daerah juga hadir dalam haul akbar yang diselenggarakan beberapa tahun terakhir. Haji Fadli juga mengatakan bahwa semula banyak warga yang tak mengetahui adanya makam keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari tersebut. Lalu, diperkenalkan oleh ulama besar KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau akrab dikenal Abah Guru Sekumpul.

“Awalnya banyak yang tidak tahu, tapi setelah Guru Sekumpul berziarah akhirnya mulai banyak yang kenal. Sampai saat ini setiap hari selalu ada yang berziarah,” tambahnya lagi.

Tahun ini, pihak panitia menurutnya juga mulai mempersiapkan berbagai kesiapan baik secara teknis maupun sosialisasi kegiatan. Ditemui terpisah, Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar Kaltim Kaltara (KBBKT-KU) Kukar Muhammad Yamin pun mengapresiasi warga yang turut menyukseskan kegiatan haul tersebut.

Terutama, kata dia, warga Banjar di Kukar bahkan Kaltim. Pihak KBBKT-KU Kukar, terang dia, juga mengakomodasi bantuan dari masyarakat yang ingin membantu kegiatan tersebut. “Kita ingin kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sri Wahyuni juga menaruh perhatian terhadap lokasi yang menjadi potensi wisata religi tersebut. Di antaranya, kata dia, juga ada di kawasan Kecamatan Anggana dan Tenggarong. Menurut dia, Bupati Kukar Edi Damansyah turut menaruh perhatian serupa. Terutama terhadap imbas perekonomian yang muncul dari kegiatan tersebut. (qi/kri/k8)

Editor : octa-Octa