PENAJAM- Lanskap atau tata ruang depan Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) bakal dipercantik. Akan dilengkapi dengan taman bermain anak. Lengkap dengan plaza atau alun-alun. Yang diperindah dengan berbagai tanaman hias. Termasuk pohon peneduh.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten PPU sedang menyusun dokumen lelang perencanaan. Guna mempercantik perwajahan halaman depan Kantor Bupati PPU. Selanjutnya diserahkan kepada sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). “Diharapkan minggu depan sudah bisa tayang di website (laman) https://lpse.penajamkab.go.id,” kata Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya DPUPR PPU Supardi saat ditemui harian ini, kemarin.
Anggaran yang disiapkan untuk penyusunan desain perencanaan alun-alun ini sekira Rp 300 juta. Akan menyambung sampai perbatasan Kantor Kodim 0913/PPU. Yang lokasinya merupakan kawasan kantor pemerintahan di Jalan Propinsi Km. 9 Kelurahan Nipahnipah Kecamatan Penajam. Kemudian diintegrasikan sampai Taman Rozaline. “Biar wajah halaman kantor tertata dengan rapi. Dengan tanaman hias dan akan diselingi tanaman buah,” imbuhnya.
Pria berkacamata ini menambahkan taman tersebut, juga akan dibangun patung tematik. Salah satunya, adalah ikon Kabupaten Benuo Taka, yakni Rusa Sambar. Serupa dengan halaman Kantor Wali Kota Balikpapan. Yang memasang ikon Kota Minyak, yakni Beruang Madu. “Tapi kami masih menunggu hasil konsultan perencanaan. Bisa meniru konsep Kantor Wali Kota Balikpapan. Ada Rusa Sambar yang berdiri, berlari, dan berbagai gaya tematik,” terang Supardi.
Keinginan untuk memperindah halaman Kantor Bupati PPU, sebelumnya disampaikan oleh Wakil Bupati Hamdam. Dia menuturkan keinginan Bupati PPU untuk membangun ruang terbuka hijau di sana. Mengingat halaman depan Kantor Bupati merupakan wajah dari Kabupaten PPU. “Kalau dibiarkan seperti ini, kan terlihat tidak indah. Makanya perlu dibangunkan taman,” ucap dia beberapa waktu lalu.
Wacana untuk mempercantik kawasan tersebut, sudah pernah direncanakan Bupati sebelumnya, Yusran Aspar pada tahun 2016. Akan tetapi, keinginan tersebut, batal terlaksana. Dikarenakan kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit. Dan kembali digaungkan pada kepemimpinan Bupati Abdul Gafur Mas’ud. “Jadi perencanaannya dulu yang dianggarkan. Setelah itu, pembangunan fisiknya,” pungkas Hamdam. (*/kip)
Editor : octa-Octa