TANA PASER – Sejumlah warga dan perangkat desa hingga kecamatan, bersama komunitas pencinta satwa yakni Studio 5 Samarinda, menyambangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser. Membahas upaya penyelamatan fauna jenis burung rangkong gading (rhinoplax vigil).
Aksi konservasi satwa ini disambut baik DLH Paser. Anggota Studio 5 Samarinda Gafuri Ahmad mengatakan, penelitian selama ini spesies rangkong gading di Kalimantan semakin punah.
“Di Paser kita temukan habitatnya ada di dua kecamatan, yakni Kuaro dan Long Ikis. Sebab itu, melihat kepedulian warga serta aparat desa yang turut membantu menjaga kelestarian fauna langka ini sangat kami apresiasi, tinggal langkah berikutnya seperti membentuk pokja di tiap wilayah,” ujar Gafuri, kemarin (24/4).
Spesies burung ini, kata dia, memiliki nilai tinggi dalam adat, ekosistem, ekonomi, namun statusnya kini terancam punah. Ditambah minimnya data dan informasi terkait jumlah dan keberadaannya. Nilai jual burung ini bagi pemburu ialah memiliki paruh yang bagus, bahkan pada 2013 di Kalimantan Barat ditemukan 6 ribu paruh dan 2015 di Lampung ada 1.142 paruh. Perburuan dan perdagangan masih berlangsung hingga saat ini.
Kepala DLH Paser Abdul Basyid mengapresiasi sejumlah warga dan pihak yang sudah sangat peduli fauna langka ini. Kini DLH akan berusaha mencarikan solusi, termasuk bekerja sama dengan swasta agar bisa membantu mengakomodasi kebutuhan konservasi. Serta membahas kembali melalui internal terkait usulan kelompok kerja (pokja).
“Selanjutnya di tiap pertemuan dengan OPD dan desa serta kecamatan, aksi ini akan kita sosialisasikan terus. Selain masalah lingkungan, keberadaan satwa langka sejatinya memang perlu dilestarikan,” kata Basyid. (/jib/dwi/k16)
Editor : octa-Octa