Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sang Penerus

uki-Berau Post • Selasa, 30 April 2019 | 16:19 WIB

IBARAT cabang olahraga lari estafet, dalam bisnis juga seperti itu. Harus rela menyerahkan kepada penerus yang akan membawa ke garis akhir. Sejak awal memang dipersiapkan, siapa yang akan menerima tongkat estafet itu.

Saya berteman dan sudah kenal lama dengan Pak Gunawan. Kebetulan tempat tinggalnya juga tak jauh dari rumah saya. Belasan tahun silam, saya mengenal beliau sebagai seorang pengusaha jasa kontraktor. Lama sekali ia geluti usaha itu. Banyak pekerjaan yang ia tangani. Salah satunya pekerjaan sekitar Bandara Kalimarau.

Bukan itu saja. Bisnisnya pun terus berkembang. Ia punya hotel yang namanya Hotel Derawan Indah. Lalu diam-diam Pak Gunawan membangun resort besar di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Pulau Maratua. Pulau wisata yang kini menjadi tujuan wisatawan selain pulau Derawan. Di darat, persis di pinggir jalan. Di laut, juga punya view yang fantastis. Berpasir putih dan bertebing karang.

Saya seakan disodori teka-teki oleh Pak Gunawan. Atas saran siapa sehingga pengembangan bisnis yang biasanya di sektor jasa konstruksi, lalu beralih ke jasa pariwisata. Saya lalu ingat sang anak. Namanya Ivan. Nama lengkapnya Ivandrian Gregorianto Gunawan. Kemana dia waktu itu? Sebab bila tak salah, saya sering bertemu ibundanya sambil menggendong Ivan kecil. Bila berhitung waktu, pasti sang anak sudah matang dan sudah sangat dewasa. Saya juga tentu sudah semakin tua. Sama dengan Pak Gunawan. Hahaha.

Baru tahu belakangan, ternyata lama tidak berjumpa dengan Ivan di Tanjung Redeb, saat itu sedang menyelesaikan sekolahnya di luar negeri. Ia tercatat sebagai mahasiswa di Angliss Institute, Melbourne, Australia. Jurusan Perhotelan dan Pariwisata.

Diam-diam, ternyata Pak Gunawan sejak jauh-jauh hari sudah mempersiapkan sang putra. Mempersiapkan mengelola Hotel Derawan Indah juga resor di Pulau Maratua. Dan di saat resort mulai beroperasi, tongkat itupun dengan pasti dan meyakinkan ia serahkan ke Ivan, sang putra mahkota.

Saat pertama jumpa dengan Ivan, saya senyum-senyum dalam hati. Begitu cepatnya perjalanan waktu. Sama dengan kencangnya Pak Gunawan dalam berlari, saya jumpa lagi saat sudah di garis akhir. Bertemu lagi dengan Ivan yang sudah dewasa dan sangat cerdas. Dan tongkat estafet sudah ada di tangannya.

Ivan kini menerima tongkat estafet, mengelola resort yang ia beri nama Green Nirvana. Saya tak perlu lagi bercerita soal Green Nirvana. Sebab, semua wisatawan domestik sudah tahu keindahan lokasi dan spot selam di sekitar resort itu. Bahkan resort ini menjadi pilihan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian bersama istri bermalam saat berkunjung ke Pulau Maratua.

Ivan yang pendiam dan tak pernah bersuara nyaring, sama seperti sang ayah. Saya beberapa kali berbincang-bincang dengannya ketika bermalam di resort miliknya. Mungkin ia tahu kalau saya berteman dengan sang ayah. Sehingga saya pun diberikan kamar yang lumayan besar. Kebetulan Green Nirvana juga punya manajer yang hebat. Saya sering menyapa Mba Kartini.

Mba Kartini punya jaringan yang luas, hingga ke mancanegara. Konsep Mba Kartini lah yang kemudian diwujudkan oleh Ivan, memadukan ilmu yang ia dapatkan ketika kuliah di Australia. Gagasan dalam memberikan layanan dan memajukan resort dikelola dengan baik. Sekarang semua berjalan lancar. Tamu yang datang pun terus mengalir. Saya dapat informasi, lima bulan ke depan sudah full booked atau sudah dipesan.

Sekali waktu, saya dengan Ivan dan Mba Kartini berkunjung ke Kantor Kedubes Rusia di Jakarta. Kunjungannya tak lain untuk menjual potensi wisata yang ada di Pulau Maratua dan Kabupaten Berau secara umum. Mba Kartini memang punya jaringan luas di kalangan wisatawan di Rusia. Saya bersyukur bisa diajak serta, walaupun dalam kunjungan itu hanya sebentar.

Beberapa bulan lalu, Ivan mengirimkan foto-foto saat ia mengikuti pameran di Cina dan Hongkong. Saya sebetulnya pernah manawarkan diri agar bisa diajak serta. Untuk sekadar menambah wawasan, juga menambah jaringan di tingkat Internasional. Setidaknya saya bisa membantu Ivan dalam menjual wisata Berau. Juga menjual paket wisata Green Nirvana miliknya.

Pak Gunawan benar-benar sudah berhasil melahirkan sang penerus. Meski sesekali ia menemani, baik ketika menjemput tamu di bandara atau menemani di Pulau Maratua, dan saat sibuk melayani tamu.

Sama dengan resort lainnya, masing-masing punya view tersendiri. Green Nirvana beruntung, lokasinya berdekatan dengan Resor Green Turtle (Penyu Hijau). Spot selam yang paling disukai para penyelam. Di darat ada Green Nirvana, di laut ada Green Turtle. (*/har)

Editor : uki-Berau Post
#Catatan