Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

“Cinta Saja Tidak Cukup”

rusli-Admin Sapos • Jumat, 26 Juli 2019 - 20:50 WIB

“Buah nangka buah keladi, siapa sangka yang menang Pak Barkati.” sebait pantun penutup yang diucapkan Siswadi di akhir sidang sebelum mengetuk palu tanda berakhirnya paripurna pemilihan wakil wali kota, Kamis (25/7) kemarin.

Suasana bergemuruh. Pendukung Barkati menyeruak. Dari seluruh penjuru seisi ruang paripurna Lantai III Gedung Baru DPRD Samarinda di Jalan Basuki Rahmat.
Beruntun orang-orang maju ke depan. Menyalami Barkati. Sang pemenang. Sejak pagi sebelum pemilihan, di luar gedung lama depan Kantor DPRD Samarinda sudah terpasang beberapa spanduk di pagar dan tembok. "Kami dukung Barkati"
Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda masa sidang II tahun 2019 dengan agenda Pemilihan Wakil Wali Kota Samarinda sisa masa jabatan Tahun 2016-2021 dihadiri seluruh anggota dewan.
Satu persatu anggota dewan dipanggil menuju bilik suara. Lokasinya dekat meja pimpinan. Hasil voting, Barkati memperoleh 35 suara.Sang rival Arif Kurniawan 10 suara. Panitia menyiapkan 50 surat suara. 45 anggota dewan menyoblos. Lima surat suara tidak terpakai.
Barkati menang telak. Sudah diprediksi sejak jauh-jauh hari. Ketua DPC Demokrat Samarinda, Viktor Juan sudah mematok kemenangan hingga 80 persen. Kemenangan itu pun memenuhi target. Barkati menang 78 persen.
Hasil lobi-lobi politik di belakang layar ke sejumlah fraksi dan anggota dewan berlangsung hingga Rabu (24/7) malam atau H-1.. Jelang pemilihan, Demokrat sudah sudah mengandangi 40 suara. "Kami lepas 5 suara dari 40 suara yang kami kandang. Kemenangan ini sesuai target," ungkap Viktor.
Demokrat mengunci 6 suara di fraksinya. Tak lepas satupun. Begitu juga dengan fraksi lain, PDIP 8 suara, Golkar 9 suara, NasDem dan Hanura 7 suara, PAN 3 suara dan sisanya PPP.
Viktor enggan mendetail deal politik dengan 35 suara yang telah memilih Barkati. Ia hanya menyatakan Demokrat menjual Barkati dengan visi-misi dan keinginan kuat membangun Samarinda.
Jualan visi-misi, kata Viktor, mampu menarik simpati dewan dalam sikap politiknya.
"Kami hanya meyakinkan Barkati punya visi-misi kuat membangun Samarinda. Melanjutkan program kerja yang telah lama ditinggal mendiang pak Nusyirwan Ismail dan membantu wali kota," terang Viktor.
Kemenangan Barkati sudah diprediksi sejak awal. Kedekatannya dengan sejumlah politikus di Basuki Rahmat –sebutan kantor DPRD- benar memuluskan jalannya menuju tampuk kekuasaan sebagai orang nomor dua di Samarinda. Sejarah baru bagi dirinya. Dari jabatannya sebagai Kasi Pengawasan dan Pengendalian Dinas BP2TSP, kini naik memimpin ratusan ASN di Samarinda. Bahkan dia kini pun menjadi atasan sekretaris kota (sekkot).
Sang rival, Arif Kurniawan kalah terseok-seok. Hanya memperoleh 10 suara. Kekalahan itu memang diprediksi hingga H-1 pemilihan.
Sejak keluar SK pergantian calon dari Sarwono ke Arif pada 5 Juli lalu. PKS gencar melakukan lobi politik. Namun, perjalanan Arif dkk di PKS tak semulus Barkati. Sejumlah pintu fraksi dan anggota dewan menutup ruang deal.
Hingga Rabu (24/7) malam sekitar pukul 08.00 Wita, tim dari PKS kembali bertemu Andi Harun Ketua DPW Gerindra Kaltim di Jalan Basuki Rahmat. Hasil pembicaraan malam itu, Gerindra sepakat mendukung Arif. Ada pembicaraan juga soal koalisi Pilwali 2020.
"Kami sudah prediksi tadi malam (kemarin malam). Berat. Dari 10 suara, kami dapat 3 dari PKS dan 5 suara dari Gerindra. Dua suaranya kami anggap bonus," ungkap Ketua DPC PKS Samarinda, Dimyati Mustofa.
Ia menceritakan perjalanan lobi politik sejak terbit SK hingga tadi malam bertemu Gerindra. Hasil kalkulasi politik, Dimyati mengakui sulit. Selain kalah star dengan Barkati karena terhalang SK. Pun, faktor lain yang menyulitkan Arif membangun komunikasi politik.
Arif Kurniawan menyebut faktor X yang terjadi di ruang-ruang gelap atas kekalahannya. Sekretaris DPW PKS Kaltim ini tidak mendetail faktor X yang ia maksud. Disinggung soal money politik pun ia juga tak membuka.
“Faktor X ini cuma bisa dilihat di ruang gelap. Banyak peluang-peluang dari berbagai hal untuk memperoleh suara. Memang luar biasa proses politik di Samarinda,” lanjutnya.
Cinta saja tidak cukup. Setidaknya, kalimat ini menggambarkan situasi bagi Arif. Maklum, jelang pemilihan jargon “cinta” memang kerap diutarakan mantan anggota DPRD Samarinda dua periode ini.
“"Itu deal-dealnya dengan cinta. Karena kecintaan terhadap Samarinda. Dunia ini habis kalau tanpa cinta. Tanpa cinta semua akan terjadi transaksional.” Itu kalimat yang dilontarkan Arif Senin (22/7) lalu saat pencabutan nomor urut.
Meski demikian, ia menerima kekalahan ini. Karena sejak awal ia sudah hitung prediksi bakal kalah. Barkati adalah rival yang berat.
Konflik internal PKS yang mendera partainya, bagi Arif tak begitu pengaruh dengan perolehan suaranya.
"Tapi ada faktor lain yang membuat saya harus menerima kekalahan ini," ungkapnya.
Selain itu, sejak awal ia sudah berkomiten bahwa proses politik ini mau tak mau harus jalan. Karena siapapun yang menang dan kalah harus menerima keputusan politik ini secara bijak. Mengingat posisi wawali sangat penting dan membantu wali kota Syaharie Jaang dalam percepatan program.
"Sebagai politikus yang bijak, saya lapang dada menerima hasil hari ini. Saya sudah berupaya. Berusaha, juga sudah tawakal. Semalam saya sudah bisa menghitung. Memang tidak sebanding," tutup Arif.
Bibir Barkati gemetar begitu dikeruminan puluhan awak media. Ia merasa terharu karena terpilih sebagai Wawali Samarinda pengganti alm Nuyirwan Ismail.
“Ini adalah buah hubungan komunikasi yang saya bangun bersama DPRD. Saya berterima kasih kepada anggota DPRD Kota Samarinda yang mengamanahkan beban ini pada saya,” katanya.
Ia juga memberi apresiasi kepada Arif Kurniawan. Barkati ingin hubungan baik terus terjaga dalam membangun Kota Samarinda. Terkait program yang akan dilaksanakan setelah dilantik, Barkati akan menyesuaikan wali kota Samarinda.
PANITIA WAWALI LANGSUNG KETEMU MENDAGRI
Usai Barkati terpilih sebagai wawali. Tujuh panitia pemilihan wawali di DPRD Samarinda langsung terbang ke Jakarta berkonsultasi dengan Kemendagri. Pukul 16.00 Wita kemarin mereka menuju Bandara APT Pranoto.
Ketua tim Joha Fajal mengatakan agenda ke Kemendagri dalam rangka konsultasi sekaligus memberi laporan kepada Mendagri atas terlaksananya pemilihan wawali Samarinda.
"Setelah kami konsultasi, baru kita ambil langkah-langkah selanjutnya untuk persiapan pelantikan," katanya.
Joha menyatakan, tim panitia wawali akan menyerahkan berita acara hasil pemilihan ini kepada unsur pimpinan DPRD. Setelah itu keluar SK penetapan dewan. Lalu diteruskan ke Gubernur Kaltim untuk proses pelantikan.
"Soal waktunya nanti baru diinformasikan," pungkas Joha. (zak/nha)

Editor : rusli-Admin Sapos