Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tampar Pacar, Lalu Terjun ke Mahakam

izak-Indra Zakaria • Senin, 5 Agustus 2019 | 15:06 WIB

PALARAN. Cinta buta Mahrum alias Risky alias Bala kepada kekasihnya, sebut saja Bunga, dibawanya sampai mati. Ya, pemuda 22 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya demi kekasihnya yang masih duduk di bangku sekolah itu, (4/8) pukul 15.00 Wita.

Warga Simpang Pasir, Kecamatan Palaran itu terjun dari Jembatan Mahkota II segmen Palaran. Itu dilakukan sesaat setelah diputus cinta kekasihnya.

Aksi nekat Mahrum itu disaksikan 7 temannya. Para sahabatnya itu ikut mendampingi anak pertama dari dua bersaudara itu ke rumah kekasihnya untuk mengembalikan pakaian pemberian Bunga semasa berpacaran.

Tubuh Mahrum yang melompat ke Sungai Mahakam dari ketinggian 30 meter, terhempas di permukaan air dengan posisi terlentang. Sesaat jasadnya pun hilang ditelan sungai yang memisah Kecamatan Palaran dan Sambutan tersebut.

Beberapa teman Mahrum berusaha mencegah, tapi tekadnya mengakhiri hidup hanya dapat menyisakan penyesalan bagi teman-temannya terutama Rosul, pemuda 20 tahun yang menganggap Mahrum seperti saudara kandung.

Ketika Rosul mencegah, dirinya sempat berusaha menarik kerah jaket berwarna biru gelap yang dikenakan Marhum. Namun upaya itu gagal karena tangan Rosul tak sanggup menggapai tubuh Mahrum yang dengan cepat meluncur bebas ke sungai berkedalaman 15 meter.

"Awalnya dia (Mahrum, Red) melompat dari motor yang dikendarai Fajar. Mereka (Mahrum dan Fajar) berboncengan. Kami rencananya mau nongkrong di Jembatan Mahkota II (segmen Sambutan)," kata Rosul.

Rencana nongkrong itu adalah untuk menghilangkan perasaan gundah gulana Mahrum karena baru saja putus hubungan cinta dengan Bunga. "Kami baru dari rumah mantan pacarnya (Bunga, Red) menemani dia mengembalikan baju yang dikasih pacarnya, tapi waktu sampai di tengah Mahkota II dia melompat dari motor Fajar dan berlari lalu melompati pagar pembatas jembatan kemudian melompat ke sungai," jelas Rosul.

Melihat Mahrum bertindak nekat, Rosul berusaha mengejar untuk menenangkan temannya itu, tapi gagal sehingga hanya bisa menyaksikan tubuh Mahrum tenggelam di sungai. "Saya kejar dia, tapi tidak dapat," tegas Rosul yang tampak kurang sadar karena pengaruh minuman keras (miras) yang diminumnya bersama Mahrum sebelum bunuh diri.

Dimas Syafiqri (16), yang sempat menemani Mahrum menemui Bunga, sebelum akhirnya memutuskan bunuh diri sempat melihat pasangan sejoli itu bersitegang. "Saya temani sebelum dia mengembalikan baju. Saya lihat dia marah dengan pacarnya (Bunga, Red). Saya juga dengar pacarnya bilang mau fokus sekolah," ujar Dimas.

Apa yang dikatakan Bunga itu disambut dengan tamparan dari Mahrum. "Pacarnya dia tampar setelah itu dia ajak saya pergi mengambil baju," ucap Dimas. Setelah mengembalikan baju pemberian itu, Mahrum yang ditemani ketujuh temannya lantas menggelar pesta miras oplosan. Meski dalam keadaan oleng namun teman-teman Mahrum berusaha menasihati.

"Saya tidak ikut minum, tapi saya pergi duluan ke Mahkota II terus mereka menyusul. Saya lihat juga waktu dia melompat," kata Dimas.
Kejadian bunuh diri Mahrum itu juga sempat disaksikan awak Tugboat kayu 8 DC Prima 02 yang tengah tambat di bawah Jembatan Mahkota II. Rosul pun sempat turun ke bawah jembatan dan terjun ke sungai untuk mencari tubuh Mahrum yang hilang tenggelam.
"Saya sudah 4 kali menyelam, tapi tidak ketemu," tuturnya.

Informasi tenggelamnya Mahrum itupun sampai kepada relawan dan Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda yang langsung mendatangi TKP menggunakan speedboat untuk melakukan pencarian serta penyelidikan dengan memintai keterangan saksi-saksi.
""Saat ini kita masih memintai keterangan saksi-saksi. Dan untuk proses pencarian akan dilakukan bersama dengan unsur relawan, serta Basarnas," singkat Kapolsek KP Samarinda, AKP Aldi Alfa Faroqi.(oke/beb)

Editor : izak-Indra Zakaria