PROKAL.CO, SAMARINDA - Peringatan 1 Muharam di Masjid Ash Shobirin Samarinda Seberang mengundang Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan dari Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten.
Habib Jindan diundang khusus ke Samarinda untuk tausiyah di Masjid Islamic Center dan Masjid Ash Shobirin oleh Apri Gunawan yang merupakan Ketua Ikatan Putra Daerah Peduli (IPDP) Samarinda.
Dihadapan 2000 jamaah Samarinda Seberang, Habib Jindan berpesan supaya tak sibuk membicarakan kesalahan orang lain terutama para pemimpin seperti Bupati, Walikota dan Gubernur.
"Jangan sibuk sama aib nya orang, jangan sibuk sama kesalahan orang lain," kata Habib Jindan. Mencari kesalahan-kesalahan orang lain, mestinya ditinggalkan masyarakat. Dan, sebaiknya sibuk bagaimana meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
"Tinggalkan urusan yang tidak penting (cari kesalahan orang lain), maaf. Yang penting itu, bagaimana memperbanyak Tahajud kita, bagaimana memperbanyak sholat berjamaah," ujar Habib Jindan.
"Dan memperbaiki kesalahan diri sendiri itu jauh lebih penting, daripada urus aib orang lain," katanya. Saat ini, dikatakan Habib Jindan, banyak orang berbangga menulis kesalahan pemimpin sampai membuat buku-buku.
"Andai dia buat buku kesalahan. Ada 10 sampai 20 buku tentang kesalahan pemimpin. Tapi, ini sibuk dengan kesalahan orang lain, pemimpin ini dan itu," kata Habib Jindan.
"Tiap hari yang dia buka aib nya orang. Sudah dengar berita ini gosip itu. Sibuk dengan hal yang demikian," kata Habib Jindan.
Sementara itu, Apri Gunawan menjelaskan tabligh akbar diisi oleh ceramah Habib Jindan merupakan satu rangkaian 1 Muharram digelar di Sungai Keledang.
"Rangkaian 1 Muharram ini ada pawai obor sebelumnya. Alhamdulillah tahun ini cukup wah peringatan ini. Mudahan tahun depan lebih meriah lagi," kata Apri.
Apri melihat sosok Habib Jindan banyak memberi pelajaran dan hikmah yang bisa diperolehnya. Pesan yang utama didapatnya adalah tak sibuk mencari kesalahan orang lain dan tak mengharapkan penghargaan dari manusia apa yang dikerjakan.
"Sesuatu yang kita kerjakan dan kita jalankan jangan berharap penghargaan dari manusia, tapi berharap berkah dari Allah SWT," kata Apri. (mym)
Editor : izak-Indra Zakaria