Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Usai Nonton Bokep, Remaja Ini Perkosa Bocah 5 Tahun

izak-Indra Zakaria • 2019-09-04 13:41:44

Jemari MD asyik berselancar di layar ponsel. Dia mengakses gambar bergerak berkonten pornografi. Remaja 13 tahun berstatus pelajar sekolah menengah pertama itu mempraktikkan adegan tidak senonoh.

 

KEBUN di kawasan Loa Bakung, Sungai Kunjang, jadi tempat pesakitan Bulan, bukan nama sebenarnya. Pada usianya yang baru menginjak 5 tahun, perbuatan tidak senonoh diterimanya. Parahnya, si pelaku masih berstatus pelajar aktif.

“Lokasinya enggak jauh dari permukiman, tapi memang agak sepi,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Iptu Rihard Nixon saat ditemui di ruangan kerjanya.

Ancaman keluar dari mulut MD. “Jangan ngomong ke siapa-siapa, termasuk polisi,” sambung perwira balok dua itu menirukan perkataan pelaku.

Dia mengungkapkan, kejadian tersebut Jumat (9/8) lalu. Saat korban berangkat mengaji menuju masjid yang tidak jauh dari rumahnya, langkahnya terhenti karena keberadaan MD. Pelaku pun menarik korban ke kebun.

Bulan sejatinya sudah menolak. Namun, dia tidak kuasa melawan laki-laki yang jauh lebih besar darinya. “Awalnya tak sampai berbuat intim, tapi lama-kelamaan korban terus-menerus dipaksa,” terangnya. Walhasil, perbuatan keji sang remaja ke Bulan berlanjut.

“Ada saksi yang melihat jika di tempat duduk itu ada darah,” terangnya. Diungkapkan Nixon, ancaman yang disebutkan pelaku ke korban diutarakan setelah selesai berbuat.

Orangtua Bulan pun melihat kejanggalan pada anaknya. Rasa takut diintimidasi pelaku, ketakutan korban terlihat dari raut wajahnya. Namun setelah diperiksa dokter di salah satu rumah sakit Kota Tepian, saran dari dokter untuk berkoordinasi ke kepolisian. “Saat itu ibu korban baru tahu jika anaknya ‘digagahi’,” sambungnya.

Setelahnya Bulan bercerita atau sekitar 10 hari setelah kejadian, pelaku yang sedang sekolah dijemput paksa polisi. “Dia (MD) langsung mengaku,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku berani berbuat itu karena terpengaruh adegan porno yang dilihat dari gawai rekannya. “Nonton bareng, Mas,” ungkapnya.

Dalam perkara itu, pelaku mendapat pendampingan hukum. “Memang ada perlakuan khusus ketika kasus baik pelaku dan korbannya anak-anak. Mari orangtua berkaca dari yang sudah ada,” tutupnya. (*/dra/*/dad/dns/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#samarinda