Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Infrastruktur Daerah Pinggiran Perlu Perhatian

rusli-Admin Sapos • Selasa, 5 November 2019 | 21:24 WIB

SAMARINDA. Persoalan air bersih, lampu penerangan jalan hingga infrastruktur jalan dan drainase masih menjadi keluhan utama masyarakat Samarinda, khususnya di daerah pinggiran. Ini disampaikan anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono saat reses beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran Kota Tepian masih kesulitan mendapatkan fasilitas air bersih. Selain karena memang belum masuknya saluran air PDAM, juga perhatian pemerintah belum maksimal. “Sarana air bersih atau PDAM belum tesentuh hingga ke pelosok daerah seperti di Kelurahan Tanah Merah, Sambutan dan Bukuan. Ini menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat di sana. Sebab itu, mereka minta agar pemerintah segera membuka akses air bersih agar bisa dirasakan warga setempat,” terang pria yang akrab disapa Tiyo ini.

Termasuk lampu di sejumlah jalan yang dianggap rawan terjadi kekerasan. Khususnya masyarakat yang bermukim di Kecamatan Sambutan dan daerah Tanah Merah yang juga akses menuju bandara. Banyak warga yang meminta agar jalan tersebut dipasang lampu. “Dari informasi warga, jalur itu yang minim lampu sehingga sangat rawan terjadi pembegalan. Bahkan dari pengakuan warga setempat, sudah pernah ada kejadian. Oleh karena itu, penerangan sangat diperlukan untuk meminimalisir adanya korban di jalan,” beber Politikus Golkar ini.

Khusus di daerah Pelita, lanjut dia, fasilitas pasar dan gedung  serbaguna tidak berfungsi bahkan rusak, sehingga perlu bantuan, baik dari Pemprov Kaltim, terkhusus dari Pemkot Samarinda.  Selain itu, upaya pencegahan banjir dengan membangun dan membersihkan drainase di daerah yang rawan terjadi banjir juga menjadi usulan dari mayoritas masyarakat yang berada di Kecamatan Samarinda Utara, seperti Kelurahan Sempaja, Bengkuring dan Lempake.

“Karena menurut warga yang tinggal di sana, hal sangat menghawatirkan itu ketika banjir. Apalgi saat intensitas hujan cukup tinggi, tentu potensi banjir semakin meningkat. Kondisi seperti ini, tentu mengganggu aktivitas warga,” sebut Tiyo. Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini juga menyebutkan, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah daerah juga perlu perhatian dan perbaikan. Pasalnya, jika terjadi pembiaran, kondisi jalan akan bertambah rusak.

“Ada juga yang mengusulkan agar dibantu sarana dan prasarana kesehatan, seperti posyandu puskesmas, dan ambulans. Termasuk tempat-tempat ibadah, mereka minta ada bantuan dari Pemprov Kaltim,” pungkasnya. (adv/hms6/nin)

Editor : rusli-Admin Sapos