Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sudah Sering Kecelakaan, Tanjakan MT Haryono Harus Dipangkas

izak-Indra Zakaria • 2020-01-02 12:44:05
BAHAYA:Jalan MT Haryono rawan terjadi lakalantas lantaran terdapat beberapa tanjakan curam.
BAHAYA:Jalan MT Haryono rawan terjadi lakalantas lantaran terdapat beberapa tanjakan curam.

BALIKPAPAN - Sejumlah tanjakan di kawasan Jalan MT Haryono sering terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas) hingga menelan korban jiwa. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kota meskipun ada beberapa tanjakan merupakan jalan provinsi dan jalan nasional.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, untuk jalan MT Haryono kepemilikannya ada dua, akses jalan MT Haryono dari simpang tiga jalan Jenderal Sudirman hingga ke simpang tiga jalan Syarifuddin Yoes itu ranahnya Pemkot Balikpapan.

“Sedangkan dari Simpang Syarifuddin Yoes hingga simpang tiga jalan Soekarno-Hatta, status Jalan MT Haryono merupakan jalan nasional,” ujar Sudirman Djayaleksana kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Menurut Dirman sapaan akrab Sudirman Djayaleksana disapa dengan kondisi kawasan MT Haryono berstatus jalan nasional. Pembangunan dan perbaikannya berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk kelengkapan sarana prasarananya, berada di tangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Dari persoalan tadi, pihak kami coba mendiskusikan bagaimana menangani kejadian yang ada di MT Hatyono. Di mana itu statusnya jalan nasional,” jelasnya.

Sudirman mengaku telah melakukan rapat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan. Dari hasil rapat tersebut, pihak BPJN XII kaget saat mengetahui tingkat kecuraman di jalan itu mencapai 17 hingga 18 derajat.

Padahal Kementerian PUPR merekomendasikan kecuraman hanya 10 derajat. Sehingga, pihak BPJN XII Balikpapan mengusulkan untuk memperbaiki tanjakan yang cukup ekstrem tersebut. Namun, usul tersebut adalah perencanaan jangka pendek menengah yang kemungkinan baru terealisasi pada 2020 atau 2021.

Untuk itu, pihaknya mencoba melakukan penanganan jangka pendek. Bersama Satuan Lalu Lintas dan BPBD, mereka mengamati kondisi di lapangan. Mereka sadar diperlukan rekayasa di kawasan jalan tersebut.

Ia menerangkan, Jalan MT Haryono tepatnya di kawasan Indrakila terdapat enam pergerakan arus lalu lintas, yang berpotensi menimbulkan beberapa kecelakaan. Untuk mengurangi kepadatan arus dan mencegah potensi tersebut, dikurangi satu pergerakan. Yaitu turunan dari arah Pasar Buton ke arah Indrakila.

Menurutnya, setelah dilakukan evaluasi terbukti solusi itu dapat mengurangi kepadatan yang sering terjadi.

“Tapi jika BPJN memperbaiki kecuraman jalan (MT Haryono), mungkin akan ditinggikan atau dibangun fly over. Terserah mereka. Kami hanya menunggu,” tuturnya.

Dirinya berkata, solusi yang diberikan kini mungkin berlaku untuk jangka pendek saja. Sebab untuk jangka panjang, diperlukan perbaikan jalan guna mengurangi tingkat kecuraman yang berlebihan. (dan/vie)

Editor : izak-Indra Zakaria