Museum pertama di Samarinda yang resmi dibuka untuk umum sejak Rabu (4/3) menjadi tempat edukasi yang baik untuk mengenali sejarah kota ini. Tidak ketinggalan rekam jejak adat istiadat setempat pun menghiasi Museum Samarinda.
SAMARINDA–Theo Nugraha selaku asisten Kurator Museum Samarinda mengatakan, melalui museum diharapkan dapat menumbuhkan minat dan perhatian masyarakat untuk mengenali dan menjaga Kota Samarinda. "Saat ini, kami sedang menyusun program dan konsep untuk menarik perhatian masyarakat mengunjungi museum," ujarnya.
Program tersebut nantinya diharapkan dapat mengundang antusias masyarakat untuk berkunjung. Saat ini pun, pihak museum selalu update mengenai kunjungan melalui media sosial Instagram. "Kami selalu berbagi semua kegiatan di sini. Jadi orang-orang tertarik untuk datang," ungkapnya.
Namun, museum tersebut masih tahap proses penambahan koleksi. "Banyak hal yang perlu dipelajari dari badan pengarsipan dan sumber lainnya. Jadi tidak semua barang bisa dimasukkan," sambungnya.
Koleksi museum haruslah memiliki nilai dan estetika dengan standar tersendiri. “Harus mengenal kota sendiri. Bagaimana kita bisa mengenalkan daerah ini ke luar, kalau masyarakatnya saja belum mengenali kota sejarahnya," tambah dia.
Berdirinya museum tersebut pun didukung oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. "Semoga anak-anak bisa melihat, mengenang, dan belajar mengenai sejarah Samarinda," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Tidak hanya sebagai tempat rekreasi, namun museum juga sebagai pusat kebudayaan, ilmu pengetahuan dan jejak sejarah. Sehingga, masyarakat Samarinda diharapkan dapat bangga dengan destinasi kota sendiri. (*/ela/dns/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria