SAMARINDA–Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang, Samarinda Ulu, sudah teramat uzur. Satu per satu masalah terus muncul dari TPA yang mestinya dinonaktifkan medio 2013.
Penumpukan residu seantero Kota Tepian di TPA yang terbangun medio 90-an itu sudah tak memungkinkan lagi untuk menampung di lahan sekitar 5 hektare itu. Selain beban di luar kuasa itu, kepulan asap yang mengepul dan menyebar ke beberapa permukiman pun jadi masalah lain yang menghantui.
Dikonfirmasi soal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani tak menampik persoalan itu. Namun, pihaknya tengah mencari solusi mereduksi asap yang muncul dari menguapnya gas metana hasil dari penumpukan sampah di TPA Bukit Pinang.
Metode open dumping atau menutup tumpukan sampah dengan tanah menjadi pengolahan limbah yang bisa diterapkan di Bukit Pinang. Operasional TPA yang sudah cukup lama membuat pengolahan tanah itu sudah bercampur dengan residu yang lebih dulu diolah.
Dari pola itu, pengolahan lindi pun tak bisa maksimal dan metana yang ada berubah jadi api ketika bersinggungan dengan teriknya hari. Mengolah lindi menjadi gas pun tak bisa maksimal karena sistem open dumping tak mendukung. “Yang begitu kan mestinya sanitary landfill. Tapi sistem ini berlaku di TPA Sambutan. Di (TPA) Bukit Pinang sejak awal open dumping,” tuturnya, (22/3).
Lalu opsi apa yang diambil DLH untuk mereduksi tumpukan asap di kawasan itu. Menurut Yama, begitu dia disapa, sementara mereka menyiasati dengan rutin menyiram tanah yang bakal digunakan untuk menumpuk timbunan sampah. Pekan lalu, DLH sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, untuk mengantisipasi agar lahan hasil olahan open dumping itu rutin disiram dan dibuat sedikit landai.
Selain itu, koordinasi dengan PDAM untuk membantu menyediakan pilar hydrant yang dekat dengan TPA Bukit Pinang. Jika perangkat kebakaran itu tersedia maka unit pengelola TPA bisa lebih cepat memadamkan api yang muncul dari gas metana tersebut. “Di (TPA) Bukit Pinang kan memang sudah enggak bisa diapa-apain lagi. Makanya kami bertahap alihkan operasi di TPA Sambutan,” akunya. (ryu/dns/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria