Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tetap Melintas Meski Dipagar Kawat Berduri

izak-Indra Zakaria • 2020-04-18 11:10:44
-
-

BONTANG - Simpang empat Bukit Kusnodo telah ditutup sejak Jumat (10/4) lalu. Mengurangi mobilitas warga untuk mencegah penyebaran pandemi corona. Sempat menggunakan water barrier, namun ditabrak hingga rusak. Penghalang pun diganti dengan kayu dengan kawat berduri.

Sayang, penutupan jalan tanpa penjagaan membuat pengendara khususnya roda dua tetap bisa melewati barikade. Mereka menerobos melalui lahan kosong milik warga. Padahal warga sudah berinisiatif membantu blokade lahan agar tak bisa dilintasi. “Rabu (15/4) sore saya sudah taruh batu dan kayu supaya mereka (pengendara motor) tak bisa lewat. Eh, besok pagi sudah dibongkar,” kata Doni Joan, pemilik tanah.

Doni menyebut, penjagaan oleh tim gabungan hanya dilakukan beberapa kali dengan waktu tertentu. Sementara arus lalu lintas warga yang menerobos jalan ramai pada pagi dan sore hari. Seorang pengendara mengaku nekat menerobos karena warga sekitar.

"(Rumah) enggak jauh dari sini. Ini mau pulang kerja. Biasa lewat sini, kalau ke kota harus memutar jauh," katanya yang bekerja di kawasan Loktuan.

Dari pantauan harian Kamis (16/4) lalu, dari pukul 16.30 - 17.00 Wita, puluhan pengendara motor nekat menerobos. Sementara untuk roda empat memilih memutar arah karena tak bisa melewati tanah maupun enam pagar kawat di jalan selebar 6 meter yang dipasang sebagai pengganti water barrier. Tak ada petugas penjaga, baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Polres Bontang, maupun Satpol PP Bontang. (*/eza/rdh/k18)

Editor : izak-Indra Zakaria