Sementara itu di jalur darat laut, kondisi pelabuhan Samarinda yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pelabuhan, kecamatan Samarinda Kota lengang, Kamis (23/4) Padahal. Tak nampak satupun aktivitas keluar masuk penumpang tujuan Parepare-Samarinda ini. Sepinya pelabuhan Samarinda setelah Pemkot Samarinda mengeluarkan surat edaran tentang larangan kapal membawa penumpang daan hanya membolehkan membawa barang logistik dan keperluan darurat lainnya.
Imbas dari itulah, para pemilik kapal menyetop seluruh armadanya mengingat biaya yang dikeluarkan untuk sekali barangkat tidak mencukupi biaya operasional kapal. “Sudah 3 minggu ini kondisi pelabuhan sepi, meskipun ada jadwal di tanggal 26 April nanti, namun pemilik kapal tetap tidak memberangkatkan karena tidak ada penumpang,” kata Aspri Maulana petugas pelabuhan.
Aktivitas yang masih aktif saat ini, adalah kapal kayu yang bongkar muat beras, gula pasir, dan barang kebutuhan lainnya. Barang tersebut rata-rata berasal dari Makasar, Sulsel. Aktivitas ininpun terbilang menurun lantaran kapal penumpang tidak beroparasi.
“Ya, mau tidak mau kondisi pelabuhan menjadi sepi. Banyak juga buruh yang menganggur akibat tidak beroprasinya kapal penumpang,” ungkap Sapri.
Sapri tidak dapat memprediksi hingga berapa lama kondisi sepi terjadi di Pelabuhan Samarinda. Apalagi saat ini sudah memasuki Bulan Ramadan hingga jelang Idulfitri. Dirinya hanya berharap, pandemi virus korona segera berakhir sehingga aktivitas pelabuhan kembali normal seperti biasa.
“Banyak yang harus dipikirkan, yang paling sedih para buruh pelabuhan yang menggantungkan hidupnya sebagai kuli panggul di tempat ini. Semoga ada solusi,” harap Sapri. (kis/nha)