Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Akhir Pelarian “Brenda” di Samarinda setelah Takut Dengar Tembakan

izak-Indra Zakaria • 2020-06-11 11:59:51
KEMBALI KE PRODEO: Rendi Agus Wardana, pelaku perampokan yang menggorok leher korban hingga nyaris putus, ditangkap Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda. RESTU/KP
KEMBALI KE PRODEO: Rendi Agus Wardana, pelaku perampokan yang menggorok leher korban hingga nyaris putus, ditangkap Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda. RESTU/KP

Dor, dor, dor. Oi, berhenti! Pria kurus berbaju hitam itu akhirnya menghentikan laju larinya. Di sekitar kawasan Palaran, Rendi Agus Wardana dibekuk. Pria gemulai itu masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi se-Kalsel sejak Minggu (7/6) pagi.

 

TAK ada rasa takut. Rendi justru tersenyum setelah diringkus. Yang dilakukannya terhadap Hasanuddin (20) di Martapura, Banjar, Kalsel, seolah tak ada rasa bersalah. Pria yang ingin disapa Brenda itu berkawan dekat dengan kakak korban, Hadi.

Dikabarkan, Brenda sejatinya bermasalah dengan Hadi. “Dia jual handphone-ku, Mas. Enggak ngomong-ngomong. Makanya aku marah,” ujarnya dengan nada lembut. Menutut ganti rugi, Hadi justru menyuruh untuk mencuri motor korban. Tanpa pikir panjang, korban yang sudah kerja sama dengan kakak korban masuk ke kediaman Hasanuddin yang saat itu hanya seorang diri. Masuk ke kamar korban dengan tujuan mengambil kunci, korban yang kala itu tertidur langsung terbangun. “Tangannya refleks mau ambil pisau, tapi saya tindih. Pisaunya saya ambil langsung tusuk ke leher kanan, digorok,” ucap Brenda.

Darah segar mengucur deras, membanjiri tempat tidur korban. Suzuki Satria FU korban langsung dibawa kabur. Untuk bisa sampai ke Kota Tepian, pria yang pernah menempuh pendidikan tinggi di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta hingga semester IV itu menjual motor kepada seseorang yang tinggal di Kecamatan Mataraman, Banjar, Kalsel. “Dijual Rp 1,3 juta buat modal ke Samarinda. Ke Barabai dulu. Terus ke daerah PPU. Lanjut pakai travel ke Samarinda,” jelasnya.

Sampai di Terminal Samarinda-Banjarmasin, dia menginap semalam di sekitar terminal. “Habis itu nyari indekos, ternyata arah ke Palaran. Enggak dapat indekos juga,” cerita pria gemulai dengan rambut sedikit pirang itu. Di tepi jalan, informasi kejadian di Kalsel menyebar ke Kaltim. Tim Macan Borneo yang memburu akhirnya membekuk Brenda di tepi jalan, Senin (8/6) malam, sekitar pukul 23.00 Wita. Setelah tembakan peringatan menghentikan langkah kaki pria lihai di dunia kecantikan itu.

Untuk diketahui, Brenda merupakan residivis kasus perusakan di Kalsel. Dia membakar salah satu pasar di terkenal di Kalsel. 

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Iptu Abdul Rauf menjelaskan, pihaknya dapat informasi dari Polda Kalsel ada pelaku pencurian kekerasan yang kabur ke Kaltim. “Penangkapan di sekitar Simpang Pasir, Palaran,” ungkapnya, kemarin (9/6). Pihaknya sudah koordinasi dengan kepolisian di Kalsel. “Katanya berangkat besok ke Samarinda. Pemeriksaan lanjutan nanti dilakukan kepolisian setempat,” kuncinya. (dra2/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria