BALIKPAPAN - Dari target pendapatan Rp 1,5 miliar, Pantai Manggar masih harus mengejar Rp 500 juta lagi. Namun, dengan ditutupnya kembali objek wisata di kawasan Balikpapan Timur selama empat hari, hingga Minggu (16/8), kemungkinan akan berpengaruh.
Awalnya target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan pemerintah dari Pantai Manggar mencapai Rp 4,4 miliar. Melihat situasi, akhirnya target dikurangi menjadi Rp 1,5 miliar. Pandemi yang tak kunjung berakhir membuat pemerintah melakukan pembatasan di berbagai lini.
Dengan sisa empat bulan untuk mengejar target PAD, Kepala UPT Pantai Manggar, Rusliansyah menilai, bila buka-tutup masih dilakukan, kemungkinan target PAD sulit tercapai.
"Mau bagaimana, grafik kasus positif masih terus meningkat. Kami juga tak ingin bila terjadi transmisi atau klaster baru dari Pantai Manggar. Jadi, kita harus ikut aturan pemerintah," tuturnya.
Selama pandemic, dikatakan Rusli, pengunjung yang datang tidak jauh berbeda. Masyarakat tetap banyak yang datang ke pantai. Terlebih setelah Pantai Manggar dibuka kembali pada awal Juli, setelah ditutup selama tiga bulan mulai 18 Maret lalu.
Tidak ada pemasukan selama bulan tersebut. Beruntung di awal tahun, Januari-Februari, bahkan di awal Agustus saja pemasukan ada sekitar Rp 200 juta.
"Pas momen libur Iduladha kemarin pengunjung sekitar 2.000 orang,” ucapnya. Selama ditutup kembali, penyemprotan disinfektan dilakukan secara berkala, baik mandiri dari pihak UPT maupun dari Dinas Pemuda dan Pariwisata. Tidak hanya pengunjung, pegawai/staf dicek suhu tubuh dan diwajibkan pakai masker.
"Kapan dibuka kembali belum tahu, tergantung wali kota. Selama ditutup kembali, kami juga sudah informasikan pedagang agar tidak berjualan sementara," tandasnya. (lil/ms/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria