Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ledakan Diduga karena Kelalaian

izak-Indra Zakaria • 2020-08-18 12:03:24
PELABUHAN BEIRUT: Lokasi ledakan yang menewaskan 177 orang di Beirut, Lebanon, 4 Agustus lalu. REUTERS
PELABUHAN BEIRUT: Lokasi ledakan yang menewaskan 177 orang di Beirut, Lebanon, 4 Agustus lalu. REUTERS

BEIRUT – Penyelidikan awal terkait ledakan di Beirut, Lebanon, baru-baru ini menunjukkan kelalaian serius. Belum ada tanda-tanda serangan roket atau pesawat. Demikian seperti dilaporkan oleh stasiun TV LBCI.

Meski demikian, investigasi itu tidak menunjukkan apakah ledakan itu disengaja atau tidak. Namun, menyoroti kelalaian serius di gudang Pelabuhan Beirut, dengan adanya 2.700 ton amonium nitrat, 24 ton kembang api, kerosin, metilen, dan nitrogen.

Sejumlah sumber mengatakan kepada LBCI bahwa amonium nitrat tidak menimbulkan risiko layaknya kehadiran bahan-bahan kimia lain yang berpotensi menyebabkan bencana.

Penyelidikan juga menunjukkan tiga pekerja melakukan tugas pengelasan di gudang itu dan meninggalkan lokasi, setelah pukul 17.00 waktu setempat, atau sekitar satu jam sebelum insiden ledakan itu terjadi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Lebanon Ghassan El-Khoury menahan tiga pejabat senior Pelabuhan Beirut karena gagal membuang amonium nitrat dan mematuhi aturan penyimpanan bahan-bahan kimia tersebut secara tepat.

Ketiga pejabat yang ditangkap, yakni Direktur Jenderal Bea Cukai Badri Daher, mantan direktur bea cukai Chafic Merhi, dan Direktur Jenderal Pelabuhan Beirut Hassan Koraytem.

Dua ledakan dahsyat terjadi di Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu, mengguncang gedung-gedung di seantero ibu kota Lebanon serta menewaskan 177 orang dan melukai 6.000 lainnya.

Gubernur Beirut memperkirakan kerugian mencapai lebih dari 10 miliar dolar Amerika, di mana 1 dolar Amerika Serikat setara Rp 14.917. (ant/jpg/kri/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara