Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Uang Rp 75 Ribu Hanya Bisa Tukar di BI, Oktober Baru ke Bank-Bank

izak-Indra Zakaria • Selasa, 18 Agustus 2020 | 12:21 WIB
CETAK TIAP 25 TAHUN SEKALI: Uang pecahan Rp 75 ribu yang diterbitkan sebagai tanda peringatan ke-75 kemerdekaan RI kemarin.
CETAK TIAP 25 TAHUN SEKALI: Uang pecahan Rp 75 ribu yang diterbitkan sebagai tanda peringatan ke-75 kemerdekaan RI kemarin.

BALIKPAPAN – Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-75 kemerdekaan Indonesia, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengeluarkan uang rupiah edisi spesial kemarin (17/8). Uang kertas pecahan Rp 75 ribu. Uang tersebut adalah edisi spesial kemerdekaan yang keempat selama perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, rupiah sebagai mata uang tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah, tapi juga lambang kedaulatan negara. Wujud kemandirian bangsa Indonesia.

“Setiap lembar rupiah mengandung identitas dan karakteristik bangsa yang harus kita jaga, lestarikan, dan banggakan,” ucap Perry dalam peluncuran uang peringatan kemerdekaan ke-75 RI secara virtual.

Dia menjelaskan, desain uang peringatan kemerdekaan ke-75 RI itu mengusung tiga filosofi. Ketiga filosofi itu adalah mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kemerdekaan, dan menyongsong masa depan gemilang.

Peristiwa historikal proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta serta berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan pada halaman muka uang menggambarkan wujud mensyukuri kemerdekaan. “Pencapaian pembangunan yang digambarkan Jembatan Youtefa Papua, MRT (mass rapid transit), dan Tol Trans Jawa,” bebernya.

Kemudian, di bagian belakang, gambar anak-anak Indonesia berpakaian adat dari berbagai suku motif kain Nusantara mencerminkan semangat memperteguh kebhinnekaan.

Serta, Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peta Indonesia emas yang melambangkan peran strategis dalam kancah global, dan anak-anak yang merepresentasikan sumber daya manusia unggul yang optimistis menyongsong masa depan gemilang.

Perry mengatakan, uang edisi 75 tahun kemerdekaan RI itu dilengkapi teknologi pengaman terbaru dan menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Inovasi tersebut agar uang rupiah lebih sulit untuk dipalsukan. Namun, bagi masyarakat akan semakin mudah untuk mengenali ciri keasliannya, nyaman, dan aman untuk digunakan.

Sebelumnya, BI telah mengeluarkan uang peringatan HUT Kemerdekaan RI sebanyak tiga kali. Yakni, peringatan HUT ke-25 Kemerdekaan RI pada 1970, ke-45 tahun 1990, dan ke-50 tahun 1995. Dengan demikian, uang peringatan kemerdekaan yang dikeluarkan tahun 2020 merupakan kali keempat.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Balikpapan mengatakan, penukaran uang pecahan baru tersebut saat ini hanya baru bisa dilakukan di KPw BI. “Untuk di Balikpapan setiap harinya kami menerima 150 penukaran. Itu berlaku di seluruh kantor perwakilan. Penukaran juga tetap melalui protokol Covid-19,” ucapnya.

Ia menyampaikan, penukaran di KPw BI Balikpapan sampai September mendatang. Selebihnya, pada Oktober akan didistribusikan di bank-bank di Kota Minyak dan seluruh Indonesia.

Senada, Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) BI Kaltim Tutuk SH Cahyono menyebut, untuk mekanisme penukaran uang, BI membatasi satu lembar uang pecahan baru itu hanya untuk satu KTP.

Sebelum menukar, warga harus mengisi aplikasi khusus BI, sehingga tidak perlu menunggu di BI. Karena di aplikasi BI tersebut, akan ditentukan jam penukarannya. Dalam sehari hanya dibatasi 150 orang yang boleh menukar.

Uang itu biasanya diperuntukkan sebagai koleksi. Untuk seluruh Indonesia akan dicetak 75 juta lembar. Jadi, tidak perlu khawatir ada yang tidak kebagian. “Untuk Kaltim cukup banyaklah, ada beberapa juta,” kata Tutuk. (aji/nyc/rom/k16)

 

 

Ciri-Ciri Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 RI

 

 

 

Bagian Muka:

 

-gambar utama Pahlawan Nasional:

 

Dr. (H.C.) Ir. Soekarno - Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta

 

-gambar bunga anggrek bulan yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis bila dilihat dari sudut pandang berbeda

 

-hasil cetak yang terasa kasar bila diraba pada bagian gambar utama pahlawan dan tulisan nominal tujuh puluh lima ribu rupiah pada sisi muka uang

 

-tanda air berupa gambar pahlawan nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta serta electrotype berupa angka “75” yang dapat diterawang

 

-gambar saling isi (rectoverso) logo Bank Indonesia yang dapat dilihat secara utuh bila diterawang ke arah cahaya

 

-hasil cetak yang memendar dalam 1 (satu) atau beberapa warna bila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa:

 

1. gambar pengibaran bendera pada peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945

 

2. gambar motif songket yang berasal dari daerah Sumatra Selatan

 

3. jembatan Youtefa Papua

 

 

 

Bagian Belakang:

 

-gambar anak Indonesia menggunakan pakaian adat daerah

 

-nomor seri yang terdiri dari tiga huruf dan enam angka

 

-hasil cetak yang terasa kasar apabila diraba pada bagian anak Indonesia, peta Indonesia dalam bola dunia, dan tulisan “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI TUJUH PULUH LIMA RIBU RUPIAH”

 

-tanda air gambar Pahlawan Nasional:

 

Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta serta electrotype berupa angka “75” yang dapat diterawang

 

-gambar saling isi (rectoverso) dari logo Bank Indonesia yang dapat dilihat secara utuh bila diterawang ke arah cahaya

 

-hasil cetak yang memendar dalam satu atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa:

 

1. gambar motif tenun Gringsing yang berasal dari Bali

 

2. angka “75000”

 

3. angka “75”

 

4. bidang persegi empat yang berisi tulisan “NKRI”

 

5. nomor seri yang meliputi tiga huruf dan enam angka

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Editor : izak-Indra Zakaria