Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Melbourne Perpanjang Lockdown, Indonesia Posisi ke-79 Negara Teraman dari Covid-19

izak-Indra Zakaria • 2020-09-07 14:18:50
Petugas kepolisian bersama tentara melakukan patroli di Melbourne, Australia, Selasa (4/8). [AFP/William WEST]
Petugas kepolisian bersama tentara melakukan patroli di Melbourne, Australia, Selasa (4/8). [AFP/William WEST]

SYDNEY– Penduduk Melbourne, Australia harus bersabar lebih lama. Lockdown di ibu kota Victoria itu seharusnya berakhir 13 September nanti. Namun, karena angka Covid-19 belum turun signifikan, kebijakan itu diperpanjang selama dua pekan hingga 28 Oktober mendatang.

’’Jika mencabut lockdown sekarang, kita akan kehilangan kontrol dengan sangat cepat,’’ ujar Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Daniel Andrews kemarin siang (6/9) seperti dikutip Agence France-Presse. Dia meyakini, jika lockdown tidak diperpanjang, kasus akan naik lagi dan kebijakan kuntara itu harus diterapkan lagi sebelum akhir tahun.

Victoria adalah penyumbang terbesar Covid-19 di Australia dan pusat penularannya ada di Melbourne. Dari 753 kematian yang terjadi di negara tersebut, 90 persennya berasal dari Victoria. Lockdown kedua di Melbourne dan sekitarnya diterapkan sejak 9 Juli lalu.

Orang-orang boleh bepergian dalam radius 5 kilometer. Lebih dari itu harus ada izin khusus, misalnya untuk bekerja. Jam malam pun diterapkan dan berbagai toko, kafe, serta kelab malam juga ditutup.

Kebijakan yang sangat ketat tersebut akan dikurangi sedikit demi sedikit. Awal masa perpanjangan akan masuk fase 1. Yaitu, jam malam lebih singkat satu jam, dimulai pukul 21.00–05.00. Mereka yang tinggal sendirian boleh mengunjungi satu sama lain. Waktu olahraga juga diperpanjang dari 1 jam menjadi 2 jam. Seluruh sekolah tetap ditutup.

Jika pada 28 September kasus di negara bagian tersebut stabil antara 30–50, maka masuk fase tiga pembatasan. Batasan orang yang berkumpul dari dua rumah berbeda naik menjadi 5 orang. Beberapa sekolah boleh dibuka. Nah, jika pada 26 Oktober kasusnya di bawah 5, jam malam bakal dicabut.

Tak semua setuju dengan kebijakan pemerintah. Sehari sebelum pengumuman perpanjangan, massa menggelar aksi menentang kebijakan lockdown. Sekitar 300 orang turun ke jalan di Melbourne. ’’Orang-orang ingin ini segera berakhir, saya pun demikian,’’ tegas Andrews menyikapi aksi itu, seperti dikutip BBC.

Berdasar hasil survei yang diunggah majalah Forbes, Australia masuk di posisi ke-6 sebagai negara teraman dari Covid-19. Survei itu dilakukan Deep Knowledge Group sejak Juni dengan menggunakan sekitar 140 parameter. Ranking tersebut tidak hanya didasarkan atas berapa banyak infeksi dan kematian akibat Covid-19. Serangkaian penilaian kompleks dilakukan dari bebagai faktor. Medis, ekonomi, hingga politik ikut dipertimbangkan.

Aspek-aspek yang dinilai adalah apakah ada kemauan politik dan penerimaan masyarakat atas kebijakan karantina dan lockdown. Kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah juga dipertimbangkan. Ditambah kemampun monitoring dan deteksi serta sistem kesehatannya.

Jerman duduk di posisi pertama, disusul dengan Selandia Baru dan Korea Selatan. Amerika Serikat (AS) harus puas duduk di posisi ke-55. Indonesia bahkan terperosok di urutan ke-79, hanya unggul satu angka dibandingkan dengan India.

Covid-19 di India saat ini memang hampir tak terkendali. Kemarin ada 90.632 kasus baru. Itu adalah salah satu kasus harian tertinggi secara global. Total angka kematian di negara yang dipimpin PM Narendra Modi itu telah mencapai 70.626. Diperkirakan hari ini India akan mengambil alih Brasil di posisi kedua negara dengan kasus terbanyak. (sha/c13/bay)

 

 

 

HL Grafis Internasional

 

10 Besar Negara Teraman dari Covid-19

1. Jerman

2. Selandia Baru

3. Korea Selatan

4. Swiss

5. Jepang

6. Australia

7. Tiongkok

8. Austria

9. Uni Emirat Arab (UEA)

10. Singapura

 

Sumber: Forbes

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona