TOKYO– Usianya lebih senior. Tapi, untuk waktu yang lama, dia selalu berada di bawah bayang-bayang Shinzo Abe. Menangani berbagai isu penting, tapi hanya dikenal di kalangan terbatas. Sampai akhirnya Senin (14/9) berhasil keluar dari balik nama besar Abe yang mengundurkan diri dari kursi perdana menteri (PM) Jepang pada 28 Agustus lalu.
Yoshihide Suga memenangi pemilihan ketua Partai Demokratik Liberal (LDP). Secara otomatis, partai yang menduduki kursi mayoritas di parlemen Jepang itu bakal mendukung mantan sekretaris kabinet tersebut sebagai pemimpin baru Negeri Sakura yang, seperti banyak negara lain di dunia saat ini, tengah dihantam multikrisis akibat pandemi Covid-19.
’’Misi saya adalah meneruskan misi Perdana Menteri Abe dan mengatasi krisis ini,’’ ungkap Suga setelah pemungutan suara seperti dilansir Agence France-Presse.
Dalam pemilihan yang berlangsung di sebuah hotel di Tokyo, Suga meraup 377 suara dari total 534 perwakilan yang datang. Pemilihan ketua kali ini memang dirampingkan dengan mengundang 393 anggota parlemen LDP dan 141 perwakilan partai dari 47 prefektur.
Dia unggul jauh atas dua pesaingnya, Kepala Kebijakan LDP Fumio Kishida yang memperoleh 89 suara dan pemimpin faksi oposisi LDP Shigeru Ishiba yang mengantongi 68 suara.
Suga sejatinya merupakan politikus kawakan di LDP. Dia juga selalu mendapatkan kepercayaan dari Abe untuk menangani berbagai isu penting. Termasuk tugas untuk memberikan pengarahan media dua kali sehari selama delapan tahun belakangan.
Namun, namanya menyebar hanya di kalangan atas dan awak media. Karena itu, dia tak pernah mendapatkan dukungan kuat dari rakyat dalam bursa perdana menteri. Elektabilitasnya di berbagai lembaga survei tak pernah mencapai dua digit.
Nama Suga baru menyebar saat diberi kepercayaan mengumumkan era baru kekaisaran Naruhito. Sejak itu, dia diberi julukan Paman Reiwa, paman yang mengumumkan terbitnya era Reiwa.
’’Tak ada yang tahu benar siapakah pria ini. Dia belum mengembangkan citra yang bisa mendapatkan simpati rakyat,’’ ujar Brad Glosserman, pakar politik Jepang, kepada CNN.
Ada alasan mengapa sosok Suga tak sementereng politikus LDP lain yang umumnya berasal dari dinasti politik. Dia anak mantan pekerja perusahaan kereta api yang kemudian membuka lahan kebun stroberi setelah Perang Dunia II.
Minatnya ke politik baru muncul saat dia bekerja sebagai staf para politikus. Tak seperti Abe yang sejak kecil disirami ilmu politik oleh ayah dan kakeknya.
Tapi, di sisi lain, latar belakang tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Suga. Dia perlambang tokoh politik yang bangkit dari titik nol. Dan saat ini, dia mencapai puncak karir politiknya sebagai orang nomor satu di pemerintahan Negeri Matahari Terbit.
Namun, pakar politik tak melihat keberhasilan Suga murni karena kecakapannya. Menurut mereka, suksesi pemimpin LDP sama seperti sebelumnya. Pentolan LDP seperti Sekretaris Jenderal Toshihiro Nikai memakai standard operating procedure untuk menentukan pemimpin partai.
’’Nikai memilih Suga karena dia tak punya faksi di partai. Dengan begitu, mereka bisa tawar-menawar soal posisi di kabinet,’’ ungkap Amy Catalinac, asisten profesor politik di New York University, kepada The Japan Times.
Pengamat politik Etsushi Tanifuji menjelaskan, kinerja Suga sebagai birokrat memang sudah terbukti. Terutama kompetensi untuk memecahkan masalah. Namun, dia mengatakan bahwa Suga belum menunjukkan kualitas seorang pemimpin.
’’Pemimpin biasanya membawa visi dan ideologi untuk membangun negara. Suga bukan politikus semacam itu,’’ ungkap pakar ilmu politik dari Universitas Waseda tersebut seperti dilansir Kyodo News.
Pakar memang masih hanya bisa menerka. Sebab, babak selanjutnya baru ditentukan besok (16/9). Hari itu sesi parlemen bakal dimulai dan LDP hampir dipastikan mencalonkan Suga sebagai perdana menteri. Pencalonan itu 100 persen bakal disahkan, kecuali ada konflik internal.
Suga sejauh ini hanya menjelaskan beberapa program kerja jangka pendek. Di antaranya, memperluas jangkauan jaminan kesehatan dan memangkas tarif pulsa dari perusahaan telekomunikasi.
Suga juga pasti didesak untuk memutuskan terkait dengan isu pemilu dini. Banyak pejabat LDP yang meminta agar pemilu bisa dimajukan tahun ini. Namun, dia terlihat enggan cepat-cepat melakukan pesta demokrasi.
’’Saya tak ingin melakukan itu sampai pakar mengatakan bahwa persebaran virus sudah berhasil ditangani,’’ ungkapnya. (bil/c19/ttg)
TENTANG YOSHIHIDE SUGA
– Lahir pada 6 Desember 1948 di Ogachi, Prefektur Akita, Jepang
– Terkenal sebagai politikus jebolan keluarga petani stroberi, tak seperti politisi darah biru lain di Liberal Democratic Party (LDP)
– Lulus dari Jurusan Hukum Universitas Hosei pada 1973
– Karir politik pertama sebagai Dewan Perwakilan Kota Yokohama pada 1987
– Menjadi anggota parlemen Jepang mewakili Distrik II Kanagawa pada 1996
– Kali pertama masuk kabinet sebagai wakil menteri dalam negeri dan komunikasi di bawah Perdana Menteri Junichiro Koizumi pada 2005
– Bergabung dengan kabinet pertama Shinzo Abe pada 2006 sebagai menteri dalam negeri. Jabatannya ikut hangus beserta bubarnya kabinet Abe.
– Berkecimpung di kepengurusan pusat LDP sampai akhirnya Abe kembali memenangkan kursi perdana menteri pada 2012. Dia mempertahankan jabatan sekretaris kabinet hingga Abe mengundurkan diri 28 Agustus lalu.
– 14 September, Suga berhasil memenangi kontes ketua LDP dan menjadi PM Jepang di era Reiwa. Reiwa merupakan era dari Kaisar Naruhito yang baru dimulai 1 Mei 2019.
Sumber: Kantor Perdana Menteri Jepang, Agence France-Presse
Editor : izak-Indra Zakaria