Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pamit lewat Secarik Kertas, Inventaris Bengkel Ikut Dibawa Kabur

izak-Indra Zakaria • 2020-11-05 16:40:39
BERUJUNG BUI: Beralasan anak sakit, Aris Eko Wahyudi (kanan) terbukti gondol kendaraan milik bekas tempat kerjanya. DADANG YS/KP
BERUJUNG BUI: Beralasan anak sakit, Aris Eko Wahyudi (kanan) terbukti gondol kendaraan milik bekas tempat kerjanya. DADANG YS/KP

Air susu dibalas air tuba. Perumpamaan itu sangat dirasakan Hima Kurniawan, pemilik bengkel di Jalan Arjuna, Gang 2, Kecamatan Samarinda Ulu. Dia benar-benar dibuat kecewa oleh bekas anak buahnya, Aris Eko Wahyudi.

 

SAMARINDA–Sejak Juli hingga akhir Oktober lalu, Aris Eko bekerja sebagai mekanik di bengkel milik Hima. Semula tak ada menaruh curiga. Tempat tinggal pelaku yang jauh, di Kecamatan Palaran, Hima pun mempersilakan tempat kerjanya dijadikan tempat tinggal oleh pelaku.

Namun, siapa sangka, pria 31 tahun itu malah merugikan pemilik bengkel. Bapak dua anak itu mencuri motor Suzuki Shogun KT 3653 BV, Rabu (30/10) pukul 08.00 Wita. Motor yang merupakan inventaris bengkel. Namun, sebelum pergi, Aris sempat meninggalkan secarik kertas. Menjelaskan jika anaknya sedang sakit dan akan pulang. "Katanya mau pulang ke Palaran, nengok anaknya (sakit)," ungkap Hima, kemarin (4/11). Saat melihat lembaran kertas yang ditinggalkan, Hima mulai menaruh curiga lantaran tidak ada izin sebelumnya. Bahkan tidak kunjung kembali.

"Kan itu motor bengkel, masa enggak izin. Padahal, rumah saya dekat, 30 meter saja. Biasa juga izin kalau keluar,” sambungnya.

Setelah menunggu beberapa hari dan tetap tak kunjung kembali, Hima mencoba menghubungi handphone Aris. Namun, ponselnya sudah tidak aktif. Kecurigaan Hima bukan sekadar persoalan motor. Dia menyebut, beberapa spare part di bengkel kerap hilang. Dia menduga Aris yang kerap mencuri. "Akhirnya saya hubungi temannya yang ada di sana (Palaran). Tapi sebelumnya saya laporkan juga ke Polsek Samarinda Ulu," ungkapnya.

Setelah mencari keberadaan karyawannya, Hima akhirnya mendapatkan informasi dari rekannya. Jika Aris berada di sebuah warung di Jalan Masjid, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, pada Minggu (1/11). Aris dititipkan ke Polsek Palaran. "Akhirnya saya dibantu teman saya langsung tangkap dia (Aris) karena laporan saya kurang cepat direspons, padahal sudah kasih informasi," jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda M Ridwan pada hari itu langsung melakukan penjemputan pelaku. Dari hasil pemeriksaan, Aris mengaku kalau motor yang dicuri telah dijual melalui Facebook, senilai Rp 500 ribu. "Ketemuan sama calon pembelinya di Jalan Pahlawan. Mengaku untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap perwira polisi berpangkat balok satu tersebut.

Untuk melengkapi alat bukti, polisi kemudian melakukan penggeledahan. Namun, petugas berwajib hanya menemukan satu radiator mobil yang disimpan di rumah rekannya. Sedangkan barang bukti lainnya telah dijual. (*/dad/dra/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#samarinda