BALIKPAPAN – Setelah pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) SMP berlangsung selama dua hari kemarin. Selanjutnya giliran simulasi bagi siswa jenjang SD yang berjalan pada 16-17 Desember. Jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan meninjau langsung pelaksanaan simulasi tersebut.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi bersama rombongan mengunjungi tiga lokasi. Di antaranya SD 001 dan SD 003 Balikpapan Kota, serta SD 006 Balikpapan Tengah. Hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muhaimin, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Andi Sri Juliarty, dan lainnya.
Rizal mengatakan, catatan dari simulasi di SD 001 Balikpapan Kota masih perlu pemberitahuan kepada orangtua tentang peralatan protokol kesehatan yang harus disempurnakan dan dibawa dari rumah. “Ada hand sanitizer, masker, dan makan bekal. Masker masih banyak yang pakai scuba dan tidak punya cadangan,” ucapnya.
Solusinya sekolah sudah menyiapkan masker cadangan. Kemudian hasil evaluasi dari tim kesehatan, perlu memperhatikan waktu siswa pulang agar tidak terjadi kerumunan. Pihaknya memberikan catatan kepada tim satgas sekolah. Saat siswa pulang diberi jarak waktu atau interval antar kelas. Setidaknya 2-5 menit.
“Sehingga seluruh kelas tidak keluar secara bersamaan dan tidak berkerumun di halaman sekolah saat mereka menunggu jemputan,” ungkapnya. Sedangkan saat berkunjung di SD 006 Balikpapan Kota, Rizal menjelaskan terjadi perubahan jumlah partisipan yang setuju mengikuti simulasi PTM di sekolah tersebut.
Ini disebabkan ada empat guru yang berstatus reaktif dan masih menunggu hasil swab test. “Awalnya sekitar 75 persen minta tatap muka, kemudian berubah menjadi 25 persen saja yang setuju hadir simulasi PTM,” ujarnya. Total keseluruhan 435 siswa.
Namun yang setuju mengikuti belajar tatap muka hanya 126 siswa. “Jadi sisanya daring. Kalau orangtua tidak berkenan tatap muka, mereka tetap bisa belajar secara daring,” tutupnya. (gel)