BALIKPAPAN tengah menggencarkan rapid test antigen. Bagi siapa saja yang masuk ke Kota Minyak secara random (acak). Dua pos didirikan. Yakni, di Kilometer 13 dan Pantai Lamaru, Balikpapan Timur. Lantas bagaimana efektivitas rapid test antigen?
Selasa (26/1), Kaltim Post mencoba mengujinya dengan mengetes ke salah satu warga Balikpapan yang tengah positif Covid-19 untuk mengikuti rapid test antigen. Hasilnya diketahui tetap positif.
Warga bernama Ria Karlina itu mengaku pekan lalu sudah mengikuti swab polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil positif Covid-19. Kemarin mencoba rapid test antigen dengan hasil positif juga. Menurut dia, kedua metode tes itu memiliki metode pengambilan sampel swab yang sama. Namun hasil rapid antigen bisa lebih cepat diketahui dibanding swab PCR.
Sebelum menjalani swab PCR di salah satu klinik di Balikpapan pada Jumat (22/1) itu, Ria merasakan gejala demam tak kunjung reda selama tiga hari. Akhirnya pergi melakukan swab test dengan biaya mandiri.
Perlu waktu yang tidak sebentar dan harus berjuang karena antrean mendapat pelayanan di klinik cukup panjang. Antrean penuh karena beberapa orang yang tes merupakan karyawan perusahaan. Hasil tes keluar menunjukkan reaktif positif, Sabtu (23/1) siang.
“Kurang lebih perlu jangka waktu sekitar 24 jam dari waktu pengambil swab hingga hasilnya keluar,” ujarnya. Setelah itu, Ria diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri dan melapor ke puskesmas di daerah kediamannya yang berlokasi di Balikpapan Tengah.
Memasuki hari keempat isolasi mandiri pada Selasa (26/1), Ria mencoba melakukan pemeriksaan kembali. Namun, kali ini dengan metode yang berbeda. Dia memilih rapid test antigen seperti yang dianjurkan pemerintah selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Saya pergi ke RS Pertamina Balikpapan yang paling dekat dengan rumah,” katanya.
Ria menjalani pemeriksaan rapid test antigen sekitar pukul 10.00 Wita. Dia bercerita proses pemeriksaan tidak perlu waktu lama. Ketika tiba di rumah sakit, ada area khusus untuk rapid test antigen. Dia langsung mendapat daftar urutan, proses pembayaran, kemudian antre sebentar untuk pengambilan swab.
“Proses rapid antigen dan swab PCR persis sama, tidak berbeda. Alat masuk di lubang hidung kiri dan kanan untuk ambil sampel perlu waktu 2–3 menit,” ungkapnya. Setelah itu, dia tinggal menunggu hasil tes kurang lebih selama setengah jam.
Hasilnya pun masih sama dengan swab test PCR yang dia jalani sebelumnya menunjukkan reaktif positif. Dia menilai, efektivitas kedua tes itu sama. Biaya lebih terjangkau hanya Rp 250 ribu dibanding swab test PCR sebesar Rp 900 ribu. “Hasilnya juga cepat keluar bisa ditunggu hanya 30 menit dan ada surat keterangannya,” tutur dia.
Dia menuturkan, petugas rumah sakit menjelaskan, rapid test antigen memiliki tingkat akurasi sebesar 95 persen. Sementara swab test PCR sebesar 99,9 persen. “Ini juga bergantung dari keyakinan pasien,” sebutnya. Bila hasil rapid test antigen dinyatakan negatif. Namun, pasien merasa punya gejala Covid-19, maka disarankan untuk mengikuti swab PCR.
Dia juga mengimbau agar masyarakat terus menaati protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19.
Awak media ini kemarin sore juga mencoba menjalani rapid test antigen. Dengan status tidak terpapar Covid-19. Setelah menjalani proses rapid test di salah satu klinik di Balikpapan Utara, hasilnya pun keluar. Sebuah surat yang diberikan awak koran ini menyebutkan hasil rapid test antigen adalah negatif.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya mengatakan, rapid test antigen dipercaya memiliki hasil yang lebih akurat daripada rapid test antibodi. Dia menerangkan, rapid test antigen merupakan tes cepat untuk mendeteksi keberadaan antigen virus SARS-CoV-2 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.
Tes ini paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi karena sebelum antibodi seseorang muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh. Ada peran antigen untuk mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi. “Tingkat akurasi rapid test antigen bervariasi dari masing-masing merek. Adapun tingkat sensitivitasnya maksimal 94 persen dan spesifisitas lebih dari 97 persen,” bebernya. (gel/rom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria