Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sidak Bendali Telaga Sari yang Mendadak Surut, Tunggu Rekomendasi, Langsung Investigasi

izak-Indra Zakaria • 2021-05-19 14:35:48
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meninjau Bendali Telaga Sari yang mengalami surut mendadak sejak tiga hari terakhir. Sidak turut dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait untuk melihat kondisi bendali pada Selasa (18/5).
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meninjau Bendali Telaga Sari yang mengalami surut mendadak sejak tiga hari terakhir. Sidak turut dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait untuk melihat kondisi bendali pada Selasa (18/5).

DPU Balikpapan sudah berkomunikasi dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda untuk mencari solusi atas kejadian di Waduk Telaga Sari.

 

BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meninjau Bendali Telaga Sari yang mengalami surut mendadak sejak tiga hari terakhir. Sidak turut dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait untuk melihat kondisi bendali pada Selasa (18/5).

Analisis sementara dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, kejadian penyusutan volume air secara cepat dicurigai karena ada rembesan. Kepala DPU Balikpapan Andi Yusri Ramli menuturkan, kondisi bendali mengalami kekeringan. Air harusnya tersimpan menjadi terbuang. Namun, belum diketahui penyebabnya.

Pihaknya sudah menyampaikan masalah dan berkomunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda. “Kapasitas tampung 51 ribu meter kubik. Setelah kejadian 2007, ada perbaikan atau pembangunan konstruksi. Bendali sudah dilengkapi pintu-pintu air dan spillway (saluran pelimpah),” katanya.

Ini menjadi alat untuk mendeteksi kondisi bendali. BWS Kalimantan IV meminta segera investigasi. Sementara itu, Kabid SDA dan Drainase DPU Balikpapan Rita menjelaskan, analisis sementara kejadian menyusut volume air secara cepat diprediksi karena ada rembesan melalui dasar fondasi pelimpah bendali.

Hal ini terlihat indikasi sembulan (boiling) di hilir pelimpah atau kolam peredam energi bendali. Rembesan melalui dasar fondasi pelimpah bendali disebut piping. “Jika piping terjadi terus-menerus akan membawa material fondasi. Akibat perbedaan tekanan air hulu dan hilir pelimpah menyebabkan boiling,” bebernya.

Begitu pula munculnya gelembung air menjadi perhatian. Namun, masih perlu tim ahli yang perlu meneliti hal tersebut. Baik soal kemunculan gelembung hingga kapasitas air yang menyusut. Rencananya, investigasi awal akan dimulai hari ini, Rabu (19/5).

Investigasi awal melakukan pengecekan seluruh kondisi seperti pelimpah tanggul, pintu penguras, dan lainnya. Dia berharap, tidak ada penurunan signifikan. Inventarisasi untuk mengetahui titik kerusakan. Serta tetap monitoring dengan melakukan investigasi. “Investigasi butuh waktu satu bulan karena melibatkan berbagai ahli geolistrik, geologi, dan lainnya,” ujarnya. Ada beberapa langkah untuk pengamanan di sekitar area dan fasilitas bendali. Seperti pelimpah tanggul keliling, saluran pembuang, dan pintu penguras.

“Kami perlu mengamankan lokasi. Mohon pihak yang tidak berkepentingan dilarang keluar masuk dalam waduk bendali,” ucapnya. Selanjutnya, sementara tidak menutup pintu penguras bendali untuk menghindari penampungan air. Tujuannya untuk menghindari kejadian boiling berkelanjutan.

“Karena bisa lebih membahayakan konstruksi bangunan bendali dan mengancam kawasan hilir bendali,” sebutnya. Tak ketinggalan menimbun sembulan kemungkinan dengan sandbag untuk menutup sementara agar tidak membawa dasar fondasi. (gel/ms/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan