Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PLB Perbesar Konsumsi BBM Nonsubsidi

izak-Indra Zakaria • 2021-05-28 13:19:48
Photo
Photo

BALIKPAPAN - Program Langit Biru (PLB) yang dimulai akhir Maret lalu berhasil meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Kalimantan mencatat konsumsi pertalite meningkat signifikan di enam wilayah yang menerapkan PLB. Yakni Pontianak, Mempawah, Kotawaringin Timur, Balikpapan, Samarinda, dan Banjarmasin.

“Kenaikan konsumsi BBM yang memiliki RON tinggi selama pemberlakuan PLB tidak hanya dialami jenis pertalite namun produk BBM nonsubsidi lainnya. Kami mencatat selama kurun waktu dua bulan terakhir ini, BBM nonsubsidi jenis pertamax, pertamax turbo di wilayah yang menerapkan PLB juga mengalami peningkatan konsumsi signifikan,” ungkap Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR IV Kalimantan Susanto August Satria, Kamis (27/5).

Kenaikan konsumsi tersebut, yaitu untuk pertalite naik 57 persen dari konsumsi rerata sebelum PLB 547 kl per hari menjadi 861 kl per hari, pertamax mengalami kenaikan 20 persen dengan konsumsi sebelum PLB 130 kl per hari menjadi 157 kl per hari. Sedangkan pertamax turbo yang mempunyai nilai RON paling tinggi, yaitu 98 di kelas produk gasoline mencatat kenaikan konsumsi 17 persen. Di mana sebelum PLB konsumsi di 6,9 kl per hari menjadi 8,1 kl per hari.

“Dari catatan dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, dapat disimpulkan bahwa masyarakat sudah lebih mempertimbangkan dan memilih produk Pertamina dengan nilai RON tinggi yang terbukti lebih ramah lingkungan, pembakaran sempurna, jarak tempuh lebih jauh dan pastinya menjaga performa mesin lebih awet,” jelas Satria.

Saat sosialisasi PLB di SPBU MT Haryono, operator SPBU mengungkapkan bahwa beberapa kali dirinya menemukan pengemudi ojek online menggunakan produk pertamax. Salah satunya Supriyanto, warga Balikpapan yang menggunakan pertamax untuk kendaraannya selama bekerja. Dia mengaku memilih pertamax karena mesin motornya lebih awet, tarikan lebih enteng dan jarak tempuh lebih jauh.

Sementara itu, Arif yang tergabung dalam komunitas IMBI (Ikatan Motor Besar Indonesia) Balikpapan yang mengendarai BMW GS 1200 sangat terbantu dengan kehadiran pertamax turbo bagi moge-nya. “Tarikan motor terasa lebih ringan, suara mesin lebih halus, touring lebih aman. Saya berharap Pertamina tetap menjaga kualitas, tetap menjaga RON-nya sehingga produk pertamax turbo maupun pertamax semakin digemari masyarakat,” tuturnya.

Atha Milzam, pengguna motor matik mempunyai pengalaman tersendiri setelah mengikuti PLB. Setelah beralih dari penggunaan BBM RON 88 ke BBM RON 90 pertalite, tarikan motornya lebih ringan dan jarak tempuh lebih jauh.

Satria kembali menerangkan bahwa Pertamina menghadirkan BBM nilai RON tinggi, yaitu angka RON 90 untuk pertalite, RON 92 untuk pertamax dan RON 98 untuk pertamax turbo. Ketiga produk tersebut memiliki keunggulan yang lebih ramah lingkungan dan pembakaran yang lebih sempurna.

Selain BBM jenis gasoline dengan nilai RON tinggi, Pertamina juga menghadirkan BBM untuk mesin diesel atau sering disebut jenis gasoil, yaitu dexlite dengan nilai cetane number (CN) 51 dan pertadex yang mempunyai nilai CN 55 tertinggi di kelasnya. Semakin tinggi nilai CN maka emisi buang semakin ramah lingkungan dan menjamin kinerja mesin tetap Tangguh bertenaga.

“Pengguna kendaraan agar mengikuti menyesuaikan dengan buku manual kendaraannya dalam memilih BBM supaya mesin lebih awet dan berkontribusi pada terciptanya udara yang lebih bersih,” tutup Satria. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan