Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ingatkan Disiplin dan Inovasi ASN, Yakin Pengganti Pulihkan Ekonomi

izak-Indra Zakaria • 2021-05-30 12:34:46
Rizal Effendi (kanan) dan Ajid Kurniawan.
Rizal Effendi (kanan) dan Ajid Kurniawan.

Purnatugas akan dihabiskan Rizal Effendi dengan keluarga lebih dulu. Kendati dukungan mengabdi di jalur legislatif sudah berdatangan.

 

DINA ANGELINA, Balikpapan

ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan berkumpul di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (28/5). Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memimpin rapat bersama kepala OPD hingga camat. Ini menjadi salah satu hari bersejarah, coffee morning terakhir yang dia jalani sebagai orang nomor satu di pemerintahan Kota Minyak.

Dua jam Rizal Effendi memimpin coffee morning. Berkoordinasi sekaligus memberi kesan dan pesan terakhirnya kepada para abdi negara. Mereka yang selama ini bekerja dalam satu tim membantunya sebagai kepala daerah. Dalam kesempatan tersebut ada berbagai pesan yang disampaikan wali kota Balikpapan dua periode ini.

Pertama, soal disiplin. Sebab, itu menjadi kewajiban dan habit bagi ASN di Kota Beriman. Kedua, ASN diminta selalu memberi inovasi. Itu tuntutan perubahan. “Loyal, bekerja sesuai aturan, taat asas, taat aturan, dan jaga produktivitas,” ujarnya.

ASN mesti bisa menjaga kekompakan dan kerja keras. Hal tak kalah penting, bagaimana mempertahankan Balikpapan sebagai kota terbaik di Kalimantan. “Saya juga mohon kepada masyarakat pertahankan Balikpapan sebagai kota terbaik di Indonesia,” tuturnya.

Rizal menuturkan, ada beberapa pekerjaan yang memang belum selesai dengan berbagai faktor pendukung. Mulai pembebasan lahan, pembayaran ganti rugi lahan, coastal road, banjir, dan sebagainya. “Saya minta segera dibuat telaahnya agar disampaikan kepada wali kota baru dan menjadi perhatian nanti,” ucapnya.

Pria 62 tahun itu menyebutkan, tantangan bagi wali kota baru kurang lebih tetap sama. Terutama saat ini menghadapi situasi Covid-19. Namun, dia yakin, wali kota terpilih Rahmad Mas’ud, nantinya punya cara sendiri untuk mengantisipasi. Apalagi dari sisi ekonomi kota yang terpukul akibat pandemi.

“Pak Rahmad pengalaman di bisnis, tahu suka-duka dan situasi bisnis, saat Covid-19 seperti ini ekonomi sangat terpukul. Semoga kiat-kiat beliau sebagai pebisnis bisa membantu dan ekonomi Balikpapan segera pulih,” bebernya.

Begitu pula ada hal-hal yang harus disempurnakan oleh wali kota baru. Dia yakin, Rahmad Mas’ud bisa mengingat pengalamannya sebagai wakil wali kota.

Menurut dia, seluruh pemimpin di dunia pun menghadapi permasalahan yang sama, soal Covid-19 memukul dari sisi kesehatan hingga ekonomi. Akhir masa jabatannya, Rizal harus menghadapi penanganan Covid-19 yang sangat berat. Tak sedikit warga Kota Minyak yang meninggal.

“Kita belum mendapat kepastian kapan benar-benar bisa mengatasi. Ini belum pernah dialami pemimpin sedunia sebelumnya, tiba-tiba menghadapi Covid-19 yang berat,” tuturnya. Dia berharap, situasi pandemi segera berakhir dan kehidupan cepat kembali normal.

Kepada awak media, Rizal bercerita setelah purnatugas akan menghabiskan waktu bersama keluarga dulu. Meski dia mengakui, rekan-rekan dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) telah memberi dukungan. “Ayo mengabdi di lembaga legislatif,” ucapnya sambil menirukan pesan sang teman.

Tentu perjalanan selama memimpin Kota Beriman sangat berkesan. Segala suka, duka, dan banyak hal telah dialami. “Ini kehormatan bagi hidup saya bisa mengabdi sebagai wali kota dan wakil wali kota 15 tahun. Pengalaman hidup yang tidak akan saya lupakan dan tak pernah dibayangkan sebelumnya,” ungkap dia.

Merasakan hari-hari terakhir berkantor di Balai Kota Balikpapan, Rizal merasa terharu karena harus berpisah dengan rekan-rekannya secara resmi. “Mudah-mudahan ini menjadi pengalaman hidup yang baik dan memberi semangat kepada teman-teman yang masih bertugas,” pesannya.

Dalam pertemuan rapat terakhir, Rizal menerima hadiah perpisahan berbentuk buku dari para penulis Balikpapan. Buku ini berjudul Jazakallah Khairan: Gaya Memimpin dan Sisi Lain Rizal Effendi–Rahmad Mas’ud. Berisi 187 halaman yang terbagi dalam dua bagian tema penulisan. Yaitu kepemimpinan dan sisi-sisi lain.

Buku perjalanan kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota Balikpapan periode 2016–2021 dibuat oleh sembilan penulis. Di antaranya, Ajid Kurniawan, Lidha Maul, Annisa Tang, Aisyah Dian, Hairi Yanti, Rossana Simanjuntak, Fitri Gita Cinta, Ayu Emil, dan Annisa Fitri Viramisyah.

Kata pengantar oleh Sekkot Balikpapan Sayid MN Fadli yang menulis catatan berjudul Potret ‘Sidik Jari’ Keberlanjutan. Sayid bercerita, buku ini merupakan dokumentasi perjalanan lima tahun terakhir dan mengulas perjalanan sebelumnya. “Kerja sama dengan penulis Balikpapan dibuat selama satu bulan,” tuturnya.

Dia berharap buku ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Ajid Kurniawan menambahkan, judul buku sengaja dipilih khusus yang berarti bentuk wujud bagi orang yang sudah berbuat baik. “Penulisnya para blogger yang sudah biasa menulis fiksi dan non-fiksi. Kita berharap buku ini bisa menginspirasi,” imbuhnya.

Proses pembuatan buku sangat cepat. Mulai dari penulisan, layout, tampilan visual, penyuntingan, hingga pencetakan. Menurut dia, buku ini menggambarkan kebaikan yang telah diperlihatkan wali kota selama 15 tahun pemerintahan.

Salah satu referensi dari sambutan Rizal dalam rapat paripurna HUT ke-124 Balikpapan. “Ini tentang semangat, cinta, dan personality yang baik. Semoga kebaikan beliau yang diberikan kepada ASN dan masyarakat bisa menjadi kenangan yang selalu diingat,” pungkasnya. (***/dwi/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan #feature