Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Akses Sangkulirang Terbuka Luas, Dermaga Penyeberangan Dibangun Tahun Ini, Anggaran Rp 30 M

izak-Indra Zakaria • 2021-07-03 12:56:09
-
-

Sejumlah infrastruktur siap dibangun untuk membuka akses transportasi, yang diyakini akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan pembangunan.

 

SANGATTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dipastikan membangun dermaga penyeberangan di Tanjung Keramat, Desa Benua Baru, menuju Desa Peridan, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur. Pembangunan dermaga senilai Rp 30 miliar itu untuk meningkatkan perekonomian dan pengembangan kawasan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kutim Rizali Hadi. “Akan dikerjakan tahun ini. Paling tidak menjadi jalan pendekat menuju Kabupaten Berau. Potensi penataan wilayah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sejauh ini, kebanyakan warga yang ingin ke Berau menggunakan jalan pintas dan penyeberangan di Desa GM, Kecamatan Kaubun, menuju Desa Talisayan. Apabila melalui Sangkulirang, akses akan lebih dekat. “Dapat memangkas waktu perjalanan,” ungkapnya.

Jika dermaga tersebut rampung, Pulau Sangkulirang akan menjadi daerah transit. Apabil akses terbuka, akan meningkatkan nilai jual objek pajak (NJOP) dan perekonomian warga semakin meningkat. “Peluang usaha akan terbuka. Potensi pendapatan daerah juga bakal meningkat,” tuturnya.

Dia berharap tahun depan diharapkan dapat dioperasikan. Sekarang pembangunan sudah mulai berjalan. Pematangan lahan pun sudah dikerjakan. “Artinya lintasan dan aksesnya sudah tidak ada kendala lagi,” bebernya.

Program tersebut memakan APBN Rp 30 miliar. Meski fisik dermaga tidak panjang, kebutuhan lahannya mencapai setengah hektare. “Sudah siap semua. Lahannya hibah dari Desa Benua Baru Ulu. Permasalahan lahan yang pertama diselesaikan. Kalau tidak, anggaran tidak akan diturunkan,” jelasnya.

Sementara di kawasan Desa Peridan telah diusulkan pembangunan dermaga dan jalan pendekat. Untuk lahan pun sudah mendapat hibah dari masyarakat. “Sekarang sedang di-review pemerintah pusat. Penyeberangan warga menggunakan kapal feri yang dapat menampung empat kendaraan roda empat. Ini juga (kapal feri) hibah dari kementerian,” sebutnya.

Pembangunan transportasi laut perlu memerhatikan rambu laut. Tak elok jika tidak dipenuhi. Rizali Hadi mengatakan, pihaknya juga sudah mengusulkan rambu laut rute Kecamatan Karangan, Sangkulirang hingga Desa Pulau Miang.

Apalagi angkutan batu bara kerap mengganggu pelayaran masyarakat. “Ada juga kaitannya dengan kepentingan lingkungan. Apalagi di kawasan Pulau Miang dangkal, memerlukan rambu,” terangnya.

“Terumbu karang di kawasan Pulau Miang pernah ditabrak kapal pengangkut batu bara, karena tidak memahami rute laut,” pungkasnya. (dq/ind/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria