Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Distan Kutim Serahkan Alat dan Mesin Pertanian Bagi Kelompok Tani

Wawan-Wawan Lastiawan • 2021-11-03 09:47:45
Photo
Photo

SANGATTA - Kelompok tani asal Kecamatan Bengalon mendapat bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), dari Dinas Pertanian (Distan) Kutai Timur (Kutim).

Alat ini diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan produksi hasil pertanian, khususnya tanaman padi sawah.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang telah berkesempatan hadir dan menyaksikan pemberian alnsintan secara simbolis. Dia mengapresiasi instansi terkait yang sudah pro aktif sehingga banyak mendapat bantuan.

“Kami bangga dan inilah harapan kami semua OPD bisa bekerja dengan maksimal dan menyusun program kerja sesuai dengan visi-misi pemerintah,” ujar KB sapaan karibnya. 

Senada, Kadistan Kutim, Dyah Ratnaningrum menuturkan bahwa meskipun hanya memberikan satu kelompok tani saja namun sifatnya mobile artinya kelompok tani lain bisa menggunakan tinggal diatur saja teknis di lapangan.

“Alsintan merupakan bantuan dari APBN yang diberikan ke Kutim. Semoga capaian produksi petani semakin meningkat,” harapnya.

Diakui, untuk konsumsi beras masyarakat Kutim sebesar 114 kilogram per kapita per tahun. Sehingga jika dikalkulasikan dengan jumlah penduduk Kutim, maka kebutuhan beras mencapai 49.285 ton per tahun atau setara dengan 78.554 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kutim memerlukaan sawah produktif sebesar 8.728 hektare sawah. Adapun lahan sawah kita saat ini, rata-rata menghasilkan 4.5 ton per hektare dalam sekali panen. Dalam 1 tahun bisa dua kali panen,” jelasnya.

Langkah intensifikasi dilakukan agar lahan yang tersedia dapat meningkat produksinya, sambung Dyah. Upaya yang dilakukan, dengan pemanfaatan teknologi pertanian, dukungan bibit, pupuk serta peralatan pertanian.

“Salah satunya, kita akan memaksimalkan petugas lapangan guna memberikan pendampingan kepada para petani kita, agar hasil pertanian mereka bisa lebih meningkat,” ungkapnya.

Selanjutnya, dengan cara rehabilitasi dan pemulihan lahan yang telah rusak agar dapat ditanami kembali. Sesuai data Distan Kutim sampai dengan tahun 2017, ada 8.716 hektare sawah, yang pernah dicetak.

Sampai saat ini, sambung Dyah, yang berfungsi sekitar 3.213 hektare. Terdiri dari sawah irigasi teknis, seluas 1.274 hektare dan sawah irigasi non-teknis seluas 1.929 hektare. (*/la/adv/pro) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ADV PEMKAB KUTIM 2021