Pemerintah menggarap Program Santripreneur. Tujuannya memandirikan pondok pesantren melalui para santrinya, termasuk di lingkungan panti asuhan.
DI Penajam Paser Utara (PPU) terdapat delapan pondok pesantren (ponpes) dengan ratusan santri. Di tingkat nasional saat ini dilaksanakan Program Santripreneur yang bertujuan mendorong pertumbuhan dan pengembangan wirausaha industri baru di lingkungan ponpes.
“Benar. Kami sudah melakukan inventarisasi jumlah ponpes dan santri. Itu program dari wakil presiden,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) PPU Kuncoro Sukadi, kemarin.
Program tersebut bertujuan memandirikan ponpes melalui santri. Mereka, para santri, diberi pendidikan dan pelatihan mengenai usaha kecil menengah seperti pembuatan masker. Kuncoro mengatakan, pelatihan seperti itu tidak hanya untuk ponpes, tapi juga masuk panti-panti asuhan di daerah. Berdasarkan data yang dihimpun Kaltim Post, jumlah ponpes di PPU ada delapan. Yakni; Ponpes Jannatul Firdaus di Jalan Provinsi Km 18 Petung, Kecamatan Penajam, PPU, terdapat 82 santri dengan tujuh ustaz pembimbing.
Ponpes Bina Ul Muhajirin di Jalan Rawa Pelita RT 05 Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu memiliki 260 santri dan dibimbing 16 ustaz. Ponpes Hidayatullah beralamat di Jalan Silkar Km 2 Penajam. Santri yang belajar di ponpes ini mencapai 110 orang, dengan delapan jumlah tenaga pendidik.
Kemudian, Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Penajam beralamat di Jalan Provinsi, Km 03, RT 01, Kecamatan Penajam, yang jumlah santrinya kini mencapai 236 orang dan didukung 14 guru. Ponpes Nurul Hidayah di Sotek RT 004, Kecamatan Penajam. Jumlah santri sekitar 88 orang dengan tujuh guru.
Ponpes Ishlahul Ummah di Jalan Pulau Laut RT 01, Semoi Dua, Kecamatan Sepaku, dengan 80 santri dan enam ustaz. Ponpes Tahfidzul Qur’an di Kompleks Masjid Al Muhajirin, RT 013 dengan 160 orang dan 11 guru pembimbing. Ponpes Darussyafa`ah di Jalan Tambong, RT 023, Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Jumlah santri sekitar 130 orang dan didukung 10 guru. Jumlah ponpes di PPU ini semula berjumlah sembilan. Namun, telah berkurang satu dengan jumlah total santri mencapai 1.146 santri.
Sukadi Kuncoro kemarin mengatakan, program pemandirian santri ini tidak hanya dilakukan oleh Disperindagkop. Tetapi, oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, program tersebut dibagikan juga melalui dinas teknis terkait, seperti Kantor Kementerian Agama. “Tetapi memang secara teknis berkaitan dengan program industri di bawah Disperindagkop,” katanya.
Dikatakannya, program ini diusahakan berjalan mengikuti kemauan dan kemampuan para santri dalam teknis bimbingan, misalnya, yang saat ini tren yaitu pembuatan masker. Atau, disesuaikan potensi yang laku dipasarkan di daerah.
Kapan? Sukadi Kuncoro mengatakan telah menginventarisasi ponpes dan jumlah santri, dan telah siap melaksanakan apabila program tersebut masuk PPU. “Dalam rapat di Balikpapan telah disinggung hal ini. Karena itu, kami telah mempersiapkan data dan program. Begitu ditunjuk, kami langsung siap,” tuturnya. (ari/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria