Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penumpang Pesawat di APT Pranoto Melonjak, Jadwal Penerbangan Ditambah

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 25 Desember 2021 | 12:29 WIB
DICEK PETUGAS. Sejumlah penumpang di Bandara APT Pranoto diperiksa petugas sebelum melakukan penerbangan.
DICEK PETUGAS. Sejumlah penumpang di Bandara APT Pranoto diperiksa petugas sebelum melakukan penerbangan.

SUNGAI SIRING. Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, jumlah penumpang penerbangan di Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda mengalami kenaikan. Hal ini berkaitan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Samarinda, Agung Pracayanto, melalui Kasi Teknis dan Operasi, Dwi Muji Raharjo menjelaskan, jumlah penumpang yang menggunakan modal transportasi udara dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan dari hari biasa.

Dari catatan, kenaikan penumpang mencapai 20 persen setiap harinya. Berkaitan lonjakan ini pihak maskapai menambah jadwal penerbangan untuk tujuan tertentu. "Ada penambahan jadwal penerbangan dari maskapai Batik Air tujuan Jakarta, beroperasinya sejak Rabu (22/12)," ungkap Dwi, Kamis (23/12).

Meski mengalami lonjakan, tidak semua calon penumpang bisa melakukan penerbangan. Ada syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Hal ini sesuai Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19 Nomor 24. Dalam SE tersebut para penumpang yang berangkat atau melakukan penerbangan pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 diwajibkan sudah melakukan vaksin ke 2. Mereka juga harus dilengkapi surat keterangan antigen dengan hasil negatif.

"Bagi calon penumpang yang baru melakukan vaksin 1 kali, dalam periode penerbangan Nataru tidak diperkenankan," tegas Dwi.

Hal tersebut juga telah diantisipasi pihaknya dengan cara penempatan pengecekan dan validasi hasil swab antigen dan PCR yang telah terhubung aplikasi Peduli Lindungi.

"Dengan dilakukan pengecekkan yang telah terhubung ke aplikasi Peduli Lindungi, tindak kejahatan pemalsuan surat keterangan vaksin, antigen dan PCR itu mudah terdeteksi. Karena pada klinik atau faskes yang telah mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes atau Dinkes, melakukan pengimputan data calon penumpang," imbuhnya. (kis/rin)

Editor : izak-Indra Zakaria