Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lampiaskan Keresahan di OpenSea, Andi Harun: Tak Masalah agar OPD Lebih Tanggap

izak-Indra Zakaria • 2022-02-07 11:06:02
BENTUK PROTES: Tangkapan layar dari website OpenSea pada akun bernama Roadhole yang berisi potret 25 titik lubang jalan di Samarinda. https://opensea.io/Roadhole
BENTUK PROTES: Tangkapan layar dari website OpenSea pada akun bernama Roadhole yang berisi potret 25 titik lubang jalan di Samarinda. https://opensea.io/Roadhole

Berawal dari keresahan terhadap jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki atau baru diperbaiki rusak lagi, warga kecamatan Sungai Kunjang mengunggah 25 foto titik-titik jalan rusak. Kerusakan yang tersebar di 11 ruas jalan itu diunggah di website jual-beli Non Fungible Token (NFT) OpenSea.

 

SAMARINDA - Kejadian itu pun tersebar dan memantik pembicaraan beberapa akun sosial media di Kota Tepian. Kaltim Post mengonfirmasi pemilik akun yang mengunggah foto tersebut, yaitu Roadhole. Namun, dia enggan membeber jati dirinya.

Kepada media ini, pemilik akun Roadhole menyebutkan, tujuannya mengunggah foto hanya untuk menyampaikan keresahan. “Motor kami rusak akibat sering menghantam lubang jalan,” ucap mahasiswa semester akhir di salah satu kampus negeri di Samarinda itu, saat dihubungi melalui direct message (DM) Instagram dan aplikasi WhatsApp, Jumat (4/2).

Dia berharap, aspirasi ini bisa didengar pemerintah agar jalan rusak itu segera diperbaiki. Pemilihan mengunggah ke OpenSea pun diakuinya hanya iseng karena memang tertarik dengan desain grafis, namun karena personal computer (PC) yang biasa digunakan untuk membuat desain rusak, maka dipilih mengunggah foto.

“Mulai bikin mempelajari OpenSea sekitar Januari 2022. Tetapi ini tujuannya bukan untuk cari cuan (uang). Kalaupun dapat akan disumbangkan ke panti asuhan atau sumbangan perbaikan jalan,” singkatnya.

Atas kritikan tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengapresiasi respons masyarakat yang disampaikan lewat berbagai platform, tanpa terkecuali OpenSea. Pihaknya juga telah meneruskan informasi tersebut ke OPD terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kami mohon sabar, karena masih didata apakah jalan yang diunggah itu bisa diakomodasi perbaikan melalui anggaran tanggap darurat di APBD 2022. Jika tidak, akan diperbaiki pada APBD perubahan,” jelasnya. Menurut dia, tidak masalah aksi seperti ini. “Agar OPD teknis lebih tanggap dan gerak cepat,” sambungnya. (kri/k8)

 

Denny Saputra

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria
#pemkot samarinda #samarinda