Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Efektivitas Terapi Bekam dalam Menstabilkan Hipertensi

izak-Indra Zakaria • Selasa, 29 Maret 2022 | 11:15 WIB
Photo
Photo

Akhmad Sirodz
Koordinator Humas Persatuan Bekam Indonesia (PBI) Kalimantan Timur

 

Bekam merupakan teknik terapi yang disunahkan Nabi Muhammad SAW, salah satu hadisnya adalah: “Sebaik-baik pengobatan bagi kalian adalah berbekam/hijamah” (Muttafaq’alaihi, Shahih Bukhari No 2280 dan Shahih Muslim No 2214).

Terapi bekam merupakan pengobatan alternatif yang telah dikenal sejak lama di seluruh dunia. Metode ini dipercaya dapat mengontrol dan mencegah penyakit tertentu, dan dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan kerja tubuh, salah satunya bermanfaat bagi pengobatan hipertensi.

Hipertensi sering hadir tanpa diketahui lantaran tidak memberikan gejala yang nyata. Meski demikian, penyakit ini sebenarnya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mengancam nyawa seperti gagal ginjal, penyakit jantung, gangguan pada mata, strok, dan lainnya.

Menurut WHO (2018), hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular, di seluruh dunia terdapat sekitar 972 juta orang atau 26,4 persen, angka ini akan meningkat menjadi 29,2 persen pada 2021 (Pratama, 2016).

Hipertensi bertanggung jawab atas 45% kematian akibat penyakit jantung dan 51% kematian akibat strok. Prevalensi hipertensi tertinggi di Afrika adalah 46% orang berumur dari 25 tahun ke atas, sedangkan prevalensi terendah ditemukan di Amerika Serikat dalam 36% kasus. Adapun secara nasional (25,8%) dengan persentase tertinggi 30,9% di Bangka Belitung dan terendah 16,8% di wilayah Papua (Kemenkes RI, 2014).

Hasil Penelitian

Dalam kaitannya dengan hipertensi, bekam diklaim berperan dalam mengurangi kadar lemak dan kolesterol jahat (LDL) yang mengendap di dinding pembuluh darah. Dengan cara ini diharapkan sumbatan di bagian tubuh tersebut bisa berkurang dan tekanan darah kembali normal.

Menurut seorang praktisi kesehatan dari RS Cipto Mangunkusumo Dr Ari Fahrial Syam SpPD, secara teori teknik bekam bisa saja menurunkan tekanan darah. Ini disebabkan adanya pengeluaran darah dalam teknik tersebut.

Sedangkan Nurhayati Abbas, konsultan dan terapis Rumah Sehat Herba di Bekasi Timur, mengklaim pernah mengobati pasien yang kolesterol darahnya 500. Satu bulan terapi bekam dan herba bisa turunkan kolesterol darahnya jadi 200 dan tensinya juga stabil.

Terapi bekam memberikan efek vasodilatasi sehingga tekanan darah turun secara stabil.
Lebih lanjut bekam dapat membantu mengatasi penyakit yang lebih parah, akut, kronis atau degeneratif, seperti hipertensi (Widada et al., 2019).

Hasilnya bekam dapat menurukan tekanan darah dengan berbagai mekanisme berupa pelepasan mediator inflamasi, perangsangan saraf otonom dan merangsang organ yang memengaruhi tekanan darah serta penurunan kadar kolesterol darah. Kesimpulannya terapi bekam dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Siti Fatonah, Tori Rihiantoro, dan Titi Astuti dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terapi bekam berpengaruh terhadap menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Sedangkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna pada tekanan darah diastolik pada pasien hipertensi sebelum dan setelah terapi bekam.

Kesimpulan
Dari hasil beberapa penelitian tersebut di atas, maka bisa disimpulkan bahwa terapi bekam cukup efektif menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Wallahu A’lam Bissawab.

Editor : izak-Indra Zakaria