Selama pandemi Covid-19 atau kurun dua tahun terakhir, jasa transportasi udara di Kutai Barat (Kubar) vakum. Sementara akses jalur darat dari Samarinda ke Kubar belum mulus.
SENDAWAR – Kondisi trans Kalimantan atau jalan poros Samarinda-Kubar saat dalam perbaikan, sehingga warga lebih banyak menggunakan jasa transportasi Sungai Mahakam, seperti zaman bahari. Waktu tempuh sekitar 18 jam.
“Kami berharap transportasi udara kembali dioperasikan. Banyak investor dan warga yang ingin melakukan perjalanan lebih cepat akhirnya terkendala,” kata Suwandi, warga Kubar.
Apalagi fasilitas Bandara Melalan di Kecamatan Barong Tongkok telah berdiri cukup megah. Sangat disayangkan jika selama ini tidak terfungsikan dengan baik.
Kepala Bandara Melalan Indra Rohman menyebut, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kubar berupaya ada pesawat yang kembali mendarat di Bandara Melalan. Terkait pengembangan bandara, kata Indra, runway sepanjang 1.300 meter akan ditambah 100 meter hingga menjadi 1.400 meter.
Progresnya memasuki tahap persiapan lahan alias penimbunan. Di sisi lain, ada kabar gembira, maskapai penerbangan Citilink sudah merespons untuk menginginkan slot penerbangan ke Kubar.
“Yang merespons sudah ada. Rencananya pesawat jenis ATR 72 ini akan mendarat di Bandara Melalan. Tapi dari pihak maskapainya sendiri terkendala armada yang belum siap. Jadi kita tunggu saja kabar selanjutnya,” kata Indra. (kri/k16)
RUDY SUHARTONO
rud.kubar@yahoo.com
Editor : izak-Indra Zakaria