TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau Falentinus Keo Meo, berharap Dinas Koprasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Bulog rutin turun ke lapangan memantau kebutuhan pokok. Hal ini kata dia sebagai langkah antisipasi terjadinya kelangkaan bahan pokok yang memicu kenaikan harga.
Dijelaskan Falentinus, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki Idulfitri masyarakat sedang gencar-gencarnya mencari sembako untuk kebutuhan Lebaran. Dikhawatirkan ada permainan harga dan kekosongan stok saat Hari Raya Idulfitri yang tinggal menghitung hari “Jangan sampai ada permainan harga saat Idulfitri. Maka dari itu perlu adanya pemantauan dari instansi terkait dalam menekan terjadinya hal-hal tersebut,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.
Bukan hanya tentang kenaikan harga, dirinya juga meminta agar persediaan stok sembako juga dapat dimaksimalkan. Jangan sampai nanti banyak masyarakat yang imengeluhkan beberapa bahan sembako yang mengalami kekosongan sehingga mengakibatkan harga yang melambung tinggi. “Jika minyak goreng itu sudah menjadi isu nasional, yang bisa antisipasi, saya meminta bisa langsung lakukan. Ini demi kebaikan kita semua,” tegasnya.
Dan juga untuk Bulog, dirinya juga meminta agar bisa menekan terjadinya kenaikan harga sembako dengan memperbanyak stok sembako yang ada di gudang. “Jadi jika ada kenaikan harga, Bulog bisa mengatisipasinya dengan stok-stok sembako yang mereka miliki. Jadi intinya kita bisa selalu bersiergi,” katanya.
Namun yang disayangkannya, untuk saat ini menurut informasi yang diterima bahwa stok gula pasir mengalami kekosongan. Sehingga menurutnya itu menjadi pekerjaan rumah agar tidak seperti minyak goreng. “Semoga saja ada langkah-langkah yang bisa diambil oleh Bulog sehingga stok gula pasir bisa aman," tandasnya.
Sebelumnya, mendekati Hari Raya Idulfitri 1443 H/2022, stok sejumlah kebutuhan pokok pada Perum Bulog Berau saat ini mengalami kekosongan.
Kepala Perum Bulog Berau, Apriansyah mengakui, sebelumnya dirinya sempat memprediksi bahwa stok sejumlah kebutuhan pokok yang ada di gudang aman hingga Idulfitri. Namun saat ini stok beberapa kebutuhan mengalami kekosongan. “Yang kosong saat ini gula pasir, minyak goreng, dan terigu,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (23/4) lalu.
Kekosongan ini, kata dia, karena pengiriman barang yang telah dipesan tidak sesuai jadwal. Menurut informasi yang diterima pihaknya, gula pasir akan masuk setelah Lebaran. “Kami sebenarnya masih menunggu pengiriman barang yang masuk. Tapi sepertinya tidak sesuai jadwal. Karena informasinya gula pasir bisa masuk setelah Lebaran,” terang dia.
Dirinya mengklim bahwa stok gula pasir yang akan masuk sebanyak 100 ton. “Sampai saat ini belum ada pemberitahuannya kapan gula pasir tersebut dikirim. Tetapi kita sudah mendapat bocoran jumlahnya 100 ton,” katanya.
Untuk mengatasi kelangkaan gula, lanjutnya, pihaknya juga tidak tinggal diam. Pasalnya, jika dibiarkan maka harga gula akan mengalami kenaikan. “Kita tidak mau ada kenaikan harga,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya juga mencari cara. Salah satunya berkoordinasi dengan pihak gudang yang ada di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Yang mana di gudang tersebut ada sebanyak 25 ton yang masuk. Sembari menunggu stok masuk, maka stok dari gudang di Bulungan tersebut akan dipindah ke Kabupaten Berau. “Kebetulan stok untuk gudang kita yang ada di Bulungan sudah masuk sebanyak 25 ton. Rencananya akan kami pindahkan ke gudang di Berau sebagian untuk antisipasi lonjakan harga,” jelasnya.
Dengan begitu, menurutnya kebutuhan gula sendiri tetap aman meski untuk Berau stoknya sudah habis. “Kita tetap mencari cara agar tidak ada lonjakan harga di pasar,” imbuhnya (aky/har)
Editor : uki-Berau Post