Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tarif Tiket Pesawat Mahal...? Katanya Belum Melebihi Tarif Batas Atas

izak-Indra Zakaria • 2022-06-13 09:58:35
Pesawat siap lepas landas di bandara APT Pranoto, Samarinda.
Pesawat siap lepas landas di bandara APT Pranoto, Samarinda.

SETELAH geliat pandemi makin meningkat, harga tiket pesawat pun turut serta melonjak. Meski begitu, dampaknya belum begitu terasa dari kenaikan harga tiket itu. Namun, jika terus-menerus, dampak bakal terasa juga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Arih Frananta Filipus Sembiring sebenarnya juga menyadari bahwa terdapat kenaikan harga tiket pesawat belakangan ini. Dia pun sudah mempertanyakannya.

“Saya sudah tanya kepada Otban (Otoritas Bandara) dan dijawab itu harga batas atas dan belum melebihi. Dijual dengan harga tersebut karena adanya demand yang juga tinggi dari masyarakat,” bebernya.

Memang setelah dihapuskannya persyaratan tes antigen, maupun polymerase chain reaction (PCR) untuk penumpang yang sudah menjalani vaksin ketiga atau vaksin booster, peningkatan penumpang terjadi di berbagai daerah.

Tren kenaikan harga tiket mulai terjadi jelang Idulfitri awal Mei lalu. Bahkan, saat itu harga tiket naik berlipat. Bahkan, rute Samarinda-Surabaya mencapai Rp 2–3 juta. Padahal sebelumnya ratusan ribu rupiah. Sementara saat ini tiket sudah di angka Rp 1 juta untuk rute yang sama.

Misalnya, di Bandara APT Pranoto Samarinda, pada arus mudik dan balik, H-7 hingga H+7, lapangan terbang itu mencatat sekitar 36 ribu penumpang datang dan pergi. Sekitar 2,2 ribu penumpang tiap hari memenuhi bandara. Jumlahnya, hampir empat kali lipat dibandingkan 2021 yang hanya 9.504 penumpang selama puncak arus mudik dan balik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Yadi Robyan Noor mengatakan, ketika berbicara soal dampak kenaikan tarif angkutan, sebaiknya dipetakan dulu kenaikan permintaannya. “Kalau kenaikan harga tiket pesawat tidak signifikan pengaruhnya terhadap stabilitas bahan pokok, baik persediaannya, maupun tingkat harga,” ungkap dia.

Namun, hal berbeda terjadi bila kenaikan itu terjadi pada angkutan moda laut dan darat. Sebab, dua jenis angkutan itu, yang paling sering digunakan untuk mengangkut bahan pokok. Jika kenaikan tarif terjadi, harga bahan pokok juga langsung berimbas.

Namun, bukan berarti kenaikan tarif pesawat tidak berdampak apa-apa. Sebab, kalau berkepanjangan, kenaikan harga tiket pesawat pasti akan berpengaruh terutama untuk yang belanja lewat e-commerce.

“Saat ini Covid-19 melandai dan pembatasan sudah longgar. Seiring itu, ekonomi membaik sehingga cenderung aktivitas masyarakat juga meningkat. Tiket yang biasanya Rp 700-900 ribu naik jadi Rp 1 juta–Rp 1,2 juta. Bergantung maskapai penerbangannya,” jelasnya. (rom/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria