Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tewasnya Pekerja di Tumpukan Batu Bara, PLTU Diminta Ubah Struktur Kerja

izak-Indra Zakaria • 2022-07-07 14:57:56
ilustrasi
ilustrasi

TANJUNG REDEB – Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Timur turut pantau kecelakaan kerja yang mengakibatkan salah satu karyawan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau, meninggal dunia pada Rabu (29/6) lalu.

Kepala Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Kaltim Perwakilan Berau, Sab’an mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan untuk melihat langsung lokasi kecelakaan tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihaknya memang menemukan fakta bahwa di lokasi pekerja tersebut meninggal dunia memang tergolong high risk atau berisiko tinggi, baik terhadap kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.

Sehingga pihaknya langsung mengeluarkan rekomendasi yang harus dilakukan perusahaan, guna mencegah terulangnya kejadian tersebut.

Inti dalam rekomendasi itu, sebutnya, perusahaan harus mengubah struktur kerja di area coal handling yakni tempat memasukkan batu bara. Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, apabila ada batu bara yang menempel di dinding coal handling, salah seorang petugas akan turun untuk membersihkannya.

Hal itu tentu sangat berbahaya, untuk itu pihaknya merekomendasikan agar perusahaan mencari cara bagaimana agar tidak ada lagi manusia yang boleh masuk di dalamnya.

“Rekomendasinya sudah kita berikan dan jelaskan juga secara lisan, dan kami masih menunggu seperti apa yang akan dilakukan perusahaan ke depan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/7).

Dari hasil penyampaian mereka, perusahaan kata Sab’an akan segera melakukan rekayasa engineering. “Kita belum tahu seperti apa mereka mengatasinya, yang jelas kita minta agar perusahaan melakukan yang terbaik. Jangan sampai ada lagi orang masuk ke dalamnya. Karena memang tidak aman untuk manusia masuk ke dalam itu (caol handling, red),” tegas Sab’an.

Dirinya mengaku, perusahaan cukup proaktif dengan rekomendasi yang diberikan.  Setelah perusahaan selesai mendapatkan cara yang baru, perusahaan pun akan kembali menyampaikan kepada pihaknya.

“Hasil mereka nanti pun tidak serta merta akan disetujui, kami akan lakukan analisa dari segala sudut lagi untuk melihat potensi kecelakaan lagi. Apabila masih berisiko kita akan berikan masukan lagi. Tapi saya yakin perusahaan juga berkomitmen bagaimana agar kecelakaan tidak terjadi lagi,” bebernya.

Dengan adanya kejadian ini juga, pihaknya kembali mengingatkan agar seluruh perusahaan tetap aktif mengingatkan seluruh karyawannya untuk benar-benar menerapkan SOP yang telah disusun.

Sebab ditekankannya juga, SOP tentu dibuat untuk memilimalisir terjadinya kecelakaan kerja, maupun risiko jika terjadinya kecelakaan kerja.

“Kami harap perusahaan selalu aktif untuk mengingatkan pekerjanya akan SOP. Karena sedikit saja melalaikan SOP yang ada, maka akan berakibat fatal bagi pekerja tersebut,” imbaunya.

Tambah Sab’an, di tahun ini setidaknya pihaknya sudah mencatat ada dua kasus kecelakaan kerja lainnya yang terjadi di Bumi Batiwakkal. Keduanya pun terjadi pada perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. (sam/ind)

Editor : izak-Indra Zakaria