Syamsul Rijal
Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mulawarman
Ronggeng Paser memiliki banyak varian tari dan tentu gerak yang sedikit berbeda; bergantung dari tujuan Ronggeng Paser itu diadakan. Di Desa Mendik, Kecamatan Long Kali, ada sekitar 12 jenis tari ronggeng.
Tari ronggeng Paser memang sangat cocok digunakan untuk menyambut tamu karena memiliki gerakan tangan yang lembut gemulai serta hentakan kaki yang senada dengan iringan musik gambus. Di tengah-tengah tarian biasa dipadukan dengan syair pantun yang sudah dikemas dalam bentuk nyanyian.
Bahkan, beberapa jenis tari ronggeng Paser memberi kesempatan penonton untuk berinteraksi bersama penarinya dengan kalungan selendang yang digunakan oleh penari. Bagian ini berada pada akhir tarian sehingga menciptakan komunikasi dan suasana akrab dengan tamu. Selain itu, ada Tari Rembara yang digunakan khusus untuk menyambut raja, sultan, atau tamu-tamu terhormat.
Kedua, apakah budaya Paser memiliki seni musik dan alat musik yang khas? Sejalan dengan adanya tari ronggeng Paser, tentu juga harus ada alat musik yang mampu mengiringi tarian tersebut. Alat musik yang paling mudah ditemukan adalah gambus, kendang, dan gong. Musik gambus ini satu paket dengan tari ronggeng Paser sehingga sangat bisa dilakukan secara langsung (live) pertunjukan di depan para tamu undangan.
Ketiga, apakah budaya Paser memiliki seni sastra? Sudah menjadi budaya nasional di Indonesia pada setiap acara seremonial, para pejabat yang memberi sambutan selalu mengawali dan mengakhiri sambutannya dengan pantun.
Budaya Paser mengenal beberapa jenis syair atau pantun. Jenis pantun ini berbeda-beda bergantung aktivitas yang dilakukan. Dalam proses seremonial acara dalam ruangan, masyarakat Paser mengenal selembo, yakni sejenis pantun yang berbahasa Paser. Selembo ini berpeluang besar dipopulerkan menjadi budaya nasional, terutama aktivitas yang dilakukan di wilayah IKN.
Keempat, apakah budaya Paser memiliki seni rupa yang menjadi ciri khas? Kesenian dan budaya Paser mengenal beberapa tumbuhan yang sering dijadikan motif khas seni ukir Paser. Seni ukir ini dapat dijumpai pada berbagai ornamen untuk kegunaan tertentu.
Ornamen itu dapat ditemui pada mastogok (hiasan atap rumah), penginsiring (lisplang yang digunakan sebagai tepian atap rumah), tendapi (papan layar yang dihiasi dengan janur), ori (tiang yang diukir dengan motif khas), dan lawa-lawa (pintu gerbang yang diukir dengan bentuk perisai dan tombak). Secara umum, ada lima motif khas dalam ornamen Paser, yakni serembolum kombat, jangang wong, lempinak, pelopak basung, dan bulan pinakael.
Kelima, apakah budaya Paser memiliki kuliner atau makanan tradisional yang khas? Masyarakat Paser memiliki banyak jenis kuliner tradisional. Di antaranya digunakan sebagai makanan dalam ritual dan tradisi tertentu. Salah satu kuliner tradisional yang dikenal luas masyarakat Paser adalah tambak rasul. Makanan ini sekilas mirip dengan tumpeng.
Terbuat dari beras ketan kuning dengan paduan lauk seperti ayam panggang atau telur. Tambak rasul dibuat khusus pada acara syukuran atau selamatan. Karena itu, peruntukannya sama dengan nasi tumpeng untuk acara selamatan seperti haul dan ulang tahun.
Melihat kelima budaya Paser tersebut, seharusnya sudah mulai diperkenalkan sejak sekarang di wilayah IKN pada setiap tamu yang berkunjung. Karena kalau tidak, bisa saja diambil budaya dan kesenian luar untuk ditampilkan di IKN. Itu berarti membiarkan peluang berubah menjadi ancaman bagi kelangsungan budaya Paser. (luc/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria