Selain kandungan protein tinggi, minyak maggot juga mengandung asam lemak yang bermanfaat sebagai antibakteri.
SAMARINDA – Berbagai produk unik dan menarik turut memeriahkan gelaran expo bertema “Education and Bazar” dalam rangkaian HUT ke-60 Universitas Mulawarman (Unmul), di lapangan parkir GOR 27 September, Kamis-Minggu (22-25/9). Salah satunya ada di stan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul, yaitu sabun cair berbasis minyak maggot.
Sebagai informasi, sabun ini diinvensi oleh Prof Rudy Agung Nugroho, yang merupakan pengajar dari Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Unmul.
Maggot merupakan larva lalat tentara hitam atau dikenal awam dengan belatung. Serangga ini tengah populer dikembangkan karena mampu mengolah sampah dengan relatif cepat, dan larvanya mempunyai banyak manfaat.
Selain kandungan protein tinggi, ternyata maggot juga dapat diperas dengan produk turunan berupa minyak, yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya sebagai bahan dasar sabun cair. Sebab, minyak maggot mengandung asam lemak yang bermanfaat sebagai antibakteri.
Dalam penjelasannya, Prof Rudy menerangkan bahwa sabun cair yang dipamerkan pada expo kali ini merupakan rangkaian kegiatan pendanaan Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka/Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta (Kedaireka): Matching Fund 2022. Bersama tim Kedaireka, yaitu: Dr Retno Aryani, Dr Hetty Manurung, Dr Wulan Iyhig Ratna Sari, Dr Didit Suprihanto, Ari Susandi Sanjaya, Widha Prahastika, dan Rudianto. “Ini merupakan karya bersama,” terangnya, Jumat (30/9).
Tidak hanya itu, dirinya menyebut beberapa pihak juga turut terlibat antara lain PT Berkah Salama Jaya, yang merupakan sentral penggemukan sapi di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Perusahaan ini bersama tim Kedaireka membuat pilot project budi daya maggot dengan substrat kotoran sapi untuk menghasilkan larva sumber tepung konsentrat. “Tepung konsentrat ini digunakan kembali untuk campuran pakan sapi nantinya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kegiatan Kedaireka: Matching Fund 2022 didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek-BRIN). Kedaireka merupakan kegiatan yang mempertemukan kaum akademisi dengan mitra dunia usaha dunia industri (DUDI). “Semua pihak membangun kerja sama untuk mendukung kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” jelasnya.
Dia menambahkan, kegiatan Kedaireka oleh tim Universitas Mulawarman ini turut didukung LP2M, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik (FT), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang diharapkan dapat memberikan capaian untuk mendukung indeks kinerja utama (IKU) perguruan tinggi. Seperti kegiatan magang, PKL, riset, praktisi mengajar, dan terutama memberi bekal kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus, dan dosen beraktivitas di dunia industri.
“Serta adanya praktisi mengajar yang nantinya akan berbagi pengalaman di dunia industri/usaha kepada akademisi,” tutupnya. (adv/dns/dwi/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria