Pada hari kedua kunjungannya ke Kaltim, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono meninjau progres pembangunan Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (20/1).
BALIKPAPAN–Kogabwilhan merupakan komando utama operasi Mabes TNI. Merupakan satuan baru yang langsung di bawah komando Panglima TNI yang berfungsi mengintegrasikan berbagai pangkalan TNI seluruh Indonesia. Nantinya, markas Kogabwilhan II akan dijadikan pusat operasi pengendalian utama bersifat gabungan untuk wilayah sekitar. Sebelum bertandang ke Samboja, pagi harinya, Yudo Margono menyempatkan waktu berkumpul dengan prajurit TNI dari tiga matra, yakni darat, laut, dan udara. Mereka melakukan senam kesegaran jasmani (SKJ), dilanjutkan dengan jalan santai bersama melewati kediaman para pejabat utama Kodam VI/Mulawarman. Kegiatan olahraga bersama di Lapangan Kodam VI/Mulawarman, serta ramah-tamah itu juga dihadiri anggota Polri.
Dalam keterangannya, jebolan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988 ini menyampaikan beberapa hal terkait kunjungannya ke Kaltim. Dia menyebut telah mengunjungi Kecamatan Sepaku yang saat ini sedang dibangun ibu kota negara (IKN) baru. “Kami sudah mengecek lokasi Mabes TNI di IKN. Kalau sudah ditentukan tempatnya selanjutnya kami akan siapkan rancangan bangunan. Desain sudah ada. Dalam satu area Mabes TNI itu juga akan dibangun Mabes TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL),” beber pimpinan tertinggi TNI itu. Lanjut dia, luas lahan yang disiapkan seluas 240 hektare. Lahan tersebut dinilai sudah cukup untuk mengakomodasi keperluan TNI AL, AD, maupun AU. Dan masih di kawasan yang sama, juga akan dibangun hunian perumahan bagi para prajurit. "Kami sudah pula mengecek lokasi yang akan dibangun sebagai perumahan staf dan personel TNI," tambahnya.
Mengenai target dan anggaran yang dibutuhkan, dia mengatakan, pembangunan Mabes TNI baru akan dimulai tahun depan, atau setelah pembangunan istana presiden dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) tuntas. "Untuk besaran anggaran tahun ini belum disiapkan, kemungkinan baru tahun depan," ucap mantan kepala staf TNI Angkatan Laut tersebut.
Selain melihat lokasi Mabes TNI dan Kogabwilhan, Panglima TNI ingin memastikan keamanan di IKN dari ancaman laut, udara, dan darat. TNI, kata Yudo, berkewajiban melindungi dan membentengi. Terlebih kawasan IKN berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Belum lagi kondisi geografis kepulauan sehingga dibutuhkan perimeter supaya dapat mengantisipasi dan mitigasi di lapangan. “TNI berkewajiban untuk melindungi dari ancaman dari luar, letak IKN ini dekat dengan ALKI II di mana kedalamannya juga memenuhi untuk kapal selam. Sehingga harus diantisipasi tidak hanya ancaman dari darat dan udara, tapi juga laut," ungkapnya.
Dengan dimulainya kegiatan di wilayah IKN, ia mengingatkan peran TNI agar dapat memberikan pengamanan dalam pelaksanaan pembangunan. Lanjut dia, Kodam VI/Mulawarman sudah membentuk satuan tugas dibantu Polri hingga instansi terkait lainnya. Pengawalan itu dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada pekerja dan kelancaran proses pengerjaan. Sebelum mengakhiri pembicaraan, Laksamana TNI Yudo Margono menuturkan, Pangkalan TNI AL Balikpapan tengah bersiap naik status. Dari sebelumnya pangkalan tipe B menjadi tipe A, alias utama. Pihaknya juga akan mempersiapkan dermaga yang digunakan. Selain dapat lebih memaksimalkan pengawasan di wilayah perairan, dengan ini pihak TNI dan Polri saling bersinergi dalam memberi pengawalan kegiatan pengiriman material IKN.
“Perairan di Kaltim sebagai akses semakin ramai, ditambah dengan kegiatan pengiriman material IKN melalui jalur laut maka TNI AL, AD, dan AU bersama Polri juga tentu saling bekerja sama untuk mengamankannya,” tutup dia. (riz/k8)
Ulil
Yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria