Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Janji Tuntaskan Secepatnya

uki-Berau Post • 2023-02-01 19:15:30
Sri Juniarsih
Sri Juniarsih

TANJUNG REDEB – Banyak mendapat keluhan terkait jaringan internet. Bupati Berau, Sri Juniarsih optimistis tahun ini persoalan tersebut bisa diselesaikan.

Dikatakannya, permasalahan internet memang menjadi permasalahan yang sudah mengakar. Maka dari itu, di masa kepemimpinannya ini, ia ingin menuntaskan permasalahan tersebut.

“Saya optimis, tahun ini 1.000 titik WiFi kelar. Dan tidak ada lagi area blank spot,” katanya.

Menurutnya, dengan letak geografis Berau yang cukup sulit, tentu penyediaan jaringan internet menjadi kendala tersendiri. Khususnya di wilayah seperti Kelay dan Segah. Yang memang masih banyak hutannya.

“Kami tidak diam. Kami sudah berkoordinasi dengan penyedia jaringan. Agar bisa menembus area tersebut,” akunya.

Disinggung persoalan listrik yang juga dikeluhkan, ia mengatakan telah sampaikan ke PLN Pusat. Dari pusat juga sudah menyampaikan ke wilayah di Samarinda. Begitu juga dari Samarinda, sudah memerintahkan untuk menindaklanjuti ke PLN UP3 Berau, agar daerah yang belum teraliri listrik bisa segera direalisasikan.

“Saya belum update datanya (berapa kampung lagi tepatnya),” katanya.

Tapi untuk daerah Long Laay, pemkab disebut sudah membelikan alat pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) seharga Rp 500 juta, agar bisa menerangi kampung tersebut dan dikelola oleh PLN.

“Kami upayakan untuk WiFi dan listrik tuntas lah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal menegaskan, penuntasan blank spot di Kaltim, akan selesai di tahun 2024 mendatang. Ia mengungkapkan, saat ini memang masih 20-23 persen masih masuk area blank spot.

Kemudian, untuk fiber optic atau kabel telekomunikasi masih kurang 30 persen yang belum terjangkau. Diakui Muhammad Faisal, semua kecamatan sudah ada fiber optik, tinggal desa dan kelurahan masih ada beberapa masih belum memiliki.

“Tapi dengan adanya berkah IKN ini, tahun 2022 dibantu dari pusat, hampir 200 tower yang tersebar di kaltim,” bebernya.

Dijelaskan Muhammad Faisal,  biasanya untuk Kaltim hanya mendapat jatah 10-20 tower saja sudah susah. Dari 200 tower ini ada bantuan dari Pemerintah Pusat, ada yang memang dipaksa dari provider swasta untuk memasang di sekitar Balikpapan, PPU, Kubar dan Paser.

“Jadi jika bantuan dari swasta maupun pusat untuk kota besar, kami akan bergerak ke utara,” katanya.

Ia mengatakan, Diskominfo Kaltim, tahun ini menyalurkan bantuan sebanyak 40 tower. Sedangkan untuk 2023 mendatang, akan kembali menyerahkan bantuan sebanyak 60 tower untuk daerah, Kutim, Berau dan Kubar serta Mahulu.

“Kami coba fokuskan ke Berau dan Kutim bantuan 2023 mendatang,” paparnya.

Ia juga menyakini, Kominfo kabupaten dan kota juga ikut bergerak. Tahun 2024 ia berharap tidak ada sudah blank spot, dan akan dinaikkan kelasnya, jika tahun ini 2G masuk dalam area blank spot, maka di tahun 2024 jika tidak 3G masuk ke area blank spot. “Sudah naik kelas nantinya,” tambahnya.

Muhammad Faisal menambahkan, kendala yang dihadapi Diskominfo tentu pengaruh geografis dan demografis (tingkat kepadatan penduduk). Alam yang sulit ditaklukan. Kemudian, dikhawatirkan jika sudah dipasang tower jauh-jauh penduduknya sedikit, jika berbicara bisnis dengan swasta, pasti sulit digerakkan.

“Makanya, kami yang akan turun tangan, untuk tingkat kepadatan penduduk yang rendah,” ucapnya.

Melihat perkembangan 2022, tentu optimis 2024 tidak ada blank spot. Apalagi satelit satria, akan diorbitkan. Itu satelit khusus telekomunikasi di Indonesia. Kemudian palapa ring, itu fiber optic akan mengelilingi Indonesia, dan dipastikan rampung 2024. “Kami target 2024 rampung,” pungkasnya. (hmd/arp)

Editor : uki-Berau Post
#infrastruktur