Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Batu Dinding Telen Tawarkan Keindahan Alami, Layak Hidden Gem, Ada Sungai Marah yang Menenangkan Hati

izak-Indra Zakaria • 2023-02-27 12:01:38
Batu Dinding yang berada di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), juga menawarkan hutan rimbun yang masih alami.
Batu Dinding yang berada di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), juga menawarkan hutan rimbun yang masih alami.

Tidak hanya menyuguhkan pemandangan pegunungan karst raksasa yang menjulang ke langit. Batu Dinding yang berada di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), juga menawarkan hutan rimbun yang masih alami.

Muhammad Yodiq

 

DIBELAH jernihnya air Sungai Marah, satu lagi pesona kekayaan alam di pedalaman Kutim yang masih belum terjamah. Sangat layak ditasbihkan sebagai hidden gem (permata tersembunyi) yang dapat membius siapa saja yang melihatnya.

Tim Ekspedisi A Magic Land of East Kutai, dari DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim, berhasil menembus rimbunnya hutan hingga akhirnya tiba di lokasi Batu Dinding. Walaupun dengan waktu yang terbatas dan tidak sempat berkemah, tim masih bisa mengeksplorasi apa saja potensi yang ada di dalamnya.

Ketua DPC HPI Kutim Askhar Muzakkar memastikan, pesona alam yang ada di Telen tidak kalah menarik dengan apa yang dimiliki Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Batu Dinding Batoq Tenevang, yang letaknya di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun.

“Ini benar-benar hidden gem Kutim. Ke depannya, berpotensi menjadi destinasi wisata andalan. Tentunya, wisata alam khusus bagi para pencinta adventure, yang ingin menikmati suasana berbeda jauh dari riuh pikuk keramaian. Lokasi ini bisa juga dijadikan tempat melepaskan penat menikmati udara yang masih sejuk dan asri,” ungkapnya.

Beberapa aktivitas juga dapat ditawarkan di kawasan Batu Dinding itu. Mulai dengan memancing ikan, menaiki perahu mengitari Sungai Marah, trekking hingga kamping. Jika beruntung bisa melihat langsung lalu lalang burung enggang terbang hingga aktivitas monyet mencari makan.

“Tapi, ada beberapa hal yang harus diwaspadai ketika berada di Batu Dinding. Terutama saat musim hujan dan air pasang, sangat tidak disarankan untuk melakukan kamping di sekitarnya,” katanya.

Menurutnya, lebih baik mendirikan tenda ketika sungai sedang surut. Mengingat, dataran tanah yang berisi ribuan batu kerikil bisa digunakan sebagai lokasi kamping. Lokasinya cukup luas untuk mendirikan tenda. Sedangkan menuju lokasi memang menantang. Cukup masuk ke kawasan Desa Marah Haloq, dengan melintasi perkebunan HTI dan jalan perkebunan kelapa sawit.

“Disarankan juga menggunakan mobil dobel gardan, karena jalannya masih labil dengan permukaan tanah,” ucapnya.

Selain itu, perjalanan dari Muara Wahau menuju lokasi memerlukan waktu tempuh hingga dua jam. Kemudian, perlu 45 menit dari kantor Desa Marah Haloq menuju Batu Dinding. Jalan curam karena ada jurang membuat siapa pun harus ekstra hati-hati.

“Setelah sampai di Batu Dinding, akan ketemu salah satu pengelola Batu Dinding (Pak Mastur). Dia satu-satunya warga yang sudah tinggal lama di area dekat Batu Dinding,” sebut Kaur Pemerintahan Desa Marah Haloq Margiono saat mendampingi tim ekspedisi.

Tim juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim. Terutama, dalam kajian rencana induk pengembangan pariwisata daerah. Bahkan, diharapkan agar Batu Dinding Telen menjadi skala prioritas pengembangan wisata secara profesional.

“Sekarang belum dikelola. Akses masuk juga belum dikenakan tarif. Tapi, objek wisata ini harus diekspos secara masif. Sehingga, banyak pengunjung yang mengetahui dan membuka peluang menjadi destinasi wisata andalan,” tuturnya. (dq/far/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria