Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pembangunan Gedung Perawatan Pandurata RSUD AWS Dimulai, Perlu Biaya Rp 382 Miliar

izak-Indra Zakaria • 2023-03-04 12:16:52
MULAI: Area pembangunan gedung baru RSUD AW Sjahranie di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (3/3). Foto lain, landscape desain gedung Perawatan Pandurata.
MULAI: Area pembangunan gedung baru RSUD AW Sjahranie di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (3/3). Foto lain, landscape desain gedung Perawatan Pandurata.

Imbas seringnya banjir melanda beberapa ruang perawatan di RSUD AW Sjahranie Samarinda, sehingga manajemen rumah sakit mengusulkan pembangunan gedung baru sejak 2020. Kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan detail engineering design (DED) 2021 oleh Pemprov Kaltim dengan konsep green hospital.

 

SAMARINDA - Gedung delapan lantai itu diproyeksikan akan menelan biaya lebih Rp 382 miliar. Pada APBD 2023, pemprov pun berkomitmen memulai pembangunan dengan mengucurkan Rp 100,6 miliar pada tahap pertama. Gedung tersebut akan dibangun bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran.

Direktur RSUD AWS dr David Hariadi Masjhoer SpOT mengatakan, selama ini beberapa ruang perawatan seperti ICU, ICCU, PICO, NICU, homodialise, Aster, CSSD, Tulip, dan Farmasi kerap mengalami kebanjiran, pasca-hujan dengan intensitas tinggi.

Padahal, pihaknya sudah meninggikan bangunan tersebut hingga tiga kali. “Makanya kami ingin memindahkan semua pelayanan tersebut ke gedung baru,” ucapnya, Jumat (3/3).

Dia menerangkan dalam masterplan RSUD AWS mengusung konsep green hospital dengan membuka lahan parkir dan ruang terbuka hijau yang lebih luas. Juga, didukung gedung perawatan yang memenuhi standar keselamatan pasien. “Semoga segera terwujud. Semuanya demi memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dimulai pembangunan tahun ini,” terangnya.

Dia menjelaskan, selama pembangunan pelayanan di RSUD tidak terpengaruh sehingga warga tidak perlu khawatir, termasuk pada tahap penilaian rutin akreditasi rumah sakit. Sedangkan mengenai pengambilan nama gedung Pandurata, dirinya menuturkan, semua nama ruangan di RSUD AW Sjahranie menggunakan nama bunga. “Gedung baru ini mengambil nama anggrek hitam (Coelogyne pandurate),” tutupnya.

Lebih detail soal fisik pembangunan, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim Rahmat Hidayat mengatakan, bangunan ini memiliki delapan lantai.

Menurut dia, lahan juga sudah siap dan merupakan aset Pemprov Kaltim. “Ini tahap pertama ya, target Oktober selesai. Pekerjaan meliputi struktur bangunan, arsitektur, mekanikal-elekrikal dan site-civil,” ucapnya didampingi pejabat pembuat komitmen (PPK) Sidik Prananto Sulityo, di akhir kegiatan peletakan batu pertama gedung Pandurata, Jumat (3/3).

Dia menilai, ada potensi tantangan dalam pelaksanaan, yaitu pembangunan gedung ini diharapkan tidak memengaruhi pelayanan, mengingat posisinya bersebelahan dengan ruangan rumah sakit. Diharapkan pembangunan ini jangan sampai mengganggu penilaian terhadap akreditasi rumah sakit.

“Masalah K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) kami perhatikan betul dan saling dikoordinasikan dengan tim RSUD AWS,” ucapnya.

Dia menambahkan sebagai langkah percepatan, dalam pelaksanaan, kontraktor akan memulai pembangunan fondasi dahulu. Selanjutnya untuk bangunan gedung akan dibagi dalam tiga zona, dengan tim berbeda. “Mereka akan bekerja simultan. Semoga pekerjaan berjalan tepat waktu sesuai jadwal,” tutupnya. (kri/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria