Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dari Sidang Penipuan Arisan Online di PN Samarinda, Klaim Tak Dapat Untung

izak-Indra Zakaria • Rabu, 15 Maret 2023 - 19:13 WIB
Photo
Photo

SAMARINDA–Julia Kartika Sari Kamal mengklaim tak pernah mendapat keuntungan dari arisan online (arisol) yang dikelolanya. Uang para partisipan, aku dia, terus diputar di setiap giliran partisipan yang sudah memasuki waktu untuk mendapat jatah dari arisol tersebut.

Hal itu diterangkannya ketika dirinya diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus penipuan yang menyeretnya di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Senin (13/3) lalu. “Enggak ada untung, majelis. Uangnya diputar terus ke pemenang arisan yang jatuh tempo,” akunya ketika menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Sebelum dirinya dilaporkan ke kepolisian medio Oktober 2022, dia sempat berupaya mengembalikan uang para partisipan tersebut. Bahkan, klaim mantan guru honorer salah satu sekolah di Samarinda itu, sempat mengajak para korban dalam kasus arisol ke kepolisian untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan arisan online tersebut.

“Saya sudah jelaskan juga realitasnya ke partisipan, sebelum kasus itu muncul,” akunya di depan majelis hakim PN Samarinda yang dipimpin Nur Salamah bersama Nugrahini Meinastiti dan Elin Pujiastuti itu.

Ketika ditanya dua kuasa hukumnya dari LKBH Fakultas Hukum Unmul Rilo Probokisumo dan Robert Wilson, terdakwa menegaskan masih berupaya mengembalikan kerugian para anggota arisol itu. Kendati dia tengah ditahan. “Lewat keluarga, saya masih berupaya kembalikan kerugian itu. Jual pakaian atau perabotan, hasilnya untuk tutupi kerugian korban,” klaimnya lagi.

Selepas dia menjalani pemeriksaan, majelis hakim meminta JPU untuk mengajukan tuntutan dalam sidang yang digelar pada 20 Maret mendatang. Diketahui, dalam kasus ini, Julia didakwa JPU Fajar dengan dua pasal alternatif, yakni Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Dia didakwa karena kerugian yang dialami sekitar 100 peserta yang tergiur membeli slot arisan bodong yang dikelola Julia. Total kerugian para korban itu ditaksir mencapai Rp 1,7 miliar. (dra/k8)

ROBAYU
bayu.rolles@kaltimpost.co.id

 

Editor : izak-Indra Zakaria