Setiap spot di Cicalengka Dreamland mengingatkan yang berkunjung tentang Islam. Kelak dibangun pula pondok pesantren di tempat setinggi 1.600 mdpl tersebut.
ILHAM WANCOKO, Kabupaten Bandung
UDARA sejuk, langit cerah, dan di sebelah sana perbukitan hijau menghampar. Sungguh tempat yang tepat untuk ngabuburit alias menghabiskan sore menunggu waktu berbuka puasa.
Apalagi, Cicalengka Dreamland, nama tempat destinasi wisata Islami di Tanjungwangi, Cicalengka, Kabupaten Bandung, menawarkan banyak spot dan wahana. Spot paling favorit di wisata Islami ini adalah I Love Al Quran. Sebuah spot bertingkat dengan bantal bersender yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan.
”Keluarga pengin berfoto di sini dulu waktu baru sampai. Setelahnya baru mencoba spot lain,” ucap Sulaiman, salah seorang pengunjung yang ditemui Jawa Pos pada Minggu (26/3) pekan lalu.
Spot menarik lain di destinasi yang berada di ketinggian 1.600 mdpl itu dinamai Think-thank Spot. Ini berupa sembilan spot foto yang mengajak semua berpikir mendalam tentang Islam. Salah satunya, spot ”beware” yang digambarkan dengan sebuah tempat duduk yang dihiasi gambar api. Sebuah pengingat untuk menjaga diri dari api neraka.
Lalu, ada dua pintu surga dan neraka. Sudah jelas maknanya bahwa akhir manusia akan melewati antara dua pintu tersebut.
Childa Nurjannah, staf marketing Cicalengka Dreamland, menjelaskan bahwa intinya sembilan spot itu mengajak berpikir serta memaknai kebesaran dan tanda-tanda ayat Alquran. ”Mengajak kita untuk bersyukur,” tuturnya.
Wisatawan yang ingin sedikit mengerahkan fisik bisa mencoba wahana Archer Hero. Wahana memanah yang memiliki beragam fasilitas, dari memanah untuk anak-anak, untuk ahli, hingga untuk berburu.
Pilihan lain adalah wahana Pride Ride, arena berkuda. Mengelilingi berbagai spot dengan kuda jelas asyik sekali. Mengambil foto saat berkuda dengan latar alam Cicalengka yang elok. ”Biasanya, pengunjung berkuda memutari lokasi wisata,” ungkap Childa.
Untuk anak-anak kecil, beda lagi ceritanya. Terdapat taman bermain yang aman dan asyik. Sekaligus bisa menikmati suasana di balon udara.
Ada pula wahana human claw. Jadi, anak-anak diikat di sebuah tali dan bisa bersenang-senang meloncat sembari mengambil berbagai snack atau makanan kecil. ”Kalau lelah pengin keliling, ada juga skuter listrik,” ujarnya.
Yang ingin menikmati wisata lebih menantang, ada pula flying fox terpanjang di Indonesia. Bermula dari Coffee Mountain yang berada di puncak bukit yang kemudian bisa menggelayut sepanjang 720 meter hingga ke titik finis.
Untuk keamanan flying fox, lanjut Childa, setiap hari petugas pasti mengeceknya dan mencobanya terlebih dahulu. Tujuannya, memastikan jalurnya aman dan tidak ada masalah.
Childa menuturkan, untuk Ramadan ini program masih disusun. Sebelumnya memang ada festival, tetapi sekarang masih ada perubahan waktu operasional. ”Kami masih penyesuaian,” katanya.
Biasanya, tempat wisata ini juga kerap menjadi lokasi pengajian berbagai majelis taklim. Pengajian sekaligus berwisata. ”Biasanya rombongan pengajian, ibu-ibu, bapak-bapak, dan semuanya hampir pasti bawa anak,” ujarnya, lantas tersenyum.
Ke depan, lanjut Childa, dibangun pula pondok pesantren di kompleks Cicalengka Dreamland. ”Luas lokasi ini lebih dari 50 hektare, untuk wisata baru 2 hektare. Ada pondok pesantren dan masjid nantinya. Ada pula perumahan,” jelasnya.
Yang pasti, pengembangan wisata Islami sekaligus pendidikan Islam akan diutamakan di lokasi tersebut. Dia mengakui, memang yang ditargetkan adalah pengembangan kehidupan beragama Islam. ”Jadi, semuanya ada di sini,” tandasnya. (*/c14/ttg)
Editor : izak-Indra Zakaria