BALIKPAPAN – Rencana revitalisasi Pasar Klandasan belum berlanjut. Padahal pembongkaran aset telah tertunda sejak September tahun lalu. Sehingga Komisi II DPRD Balikpapan meninjau Pasar Klandasan pada Selasa (4/4).
Ketua Komisi II Suwanto menyebutkan, pihaknya telah menerima informasi dari BKAD untuk pembongkaran aset pasar ini dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Selanjutnya pembahasan teknis berjalan antara Dinas PU dan BKAD.
“Setelah itu, kami akan melakukan RDP lagi," ucapnya. Nantinya akan mengundang Dinas Perdagangan, Dinas PU, dan BKAD membahas bagaimana penyelesaian masalah Pasar Klandasan yang sudah berlarut-larut.
“Harapannya sebelum hari raya sudah ada action. Nanti kami akan melihat hasil pembahasan pada saat RDP,” sebutnya. Saat ini kendala pembangunan karena pemenang lelang untuk pembongkaran tidak melaksanakan tanggungjawabnya.
Akhirnya pembongkaran diambil alih oleh Pemkot Balikpapan lagi. “Kami sudah tegaskan batas waktu dibicarakan dalam minggu ini bersama dinas terkait yaitu Dinas PU,” imbuhnya.
Dia menambahkan, sidak untuk menegaskan pembongkaran yang telah dijanjikan oleh pemerintah. Apalagi pedagang pasar basah sudah menempati tempat penampungan sementara selama tujuh bulan.
Sedangkan pembongkaran tak kunjung berjalan akibat kendala tersebut. “Kami minta janjinya tetap direalisasikan. Pemenang lelangnya sudah mundur, jadi diambil alih oleh pemerintah,” tuturnya.
Menurutnya pembongkaran bisa berjalan secepatnya. Selain meninjau kondisi pasar, Komisi II juga sekaligus melihat ketersediaan bahan pokok. Mengingat selama Ramadan hingga Idulfitri akan terjadi lonjakan harga.
Baik stok maupun harga bahan pokok masih terpantau aman. “Ketersediaan bahan pokok aman sampai tiga bulan ke depan. Kalau kenaikan harga itu fluktuatif, makin banyak yang beli pasti akan naik dengan sendirinya,” pungkasnya. (adv/pro/one)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan