Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Buntut Tertundanya Gaji Puluhan Karyawan PT LBB, Disnaker Bontang Bakal Datangi Perusahaan

izak-Indra Zakaria • Jumat, 14 April 2023 - 17:32 WIB
Photo
Photo

BONTANGKetua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyorot perusahaan pelat merah, PT Laut Bontang Bersinar (LBB), lantaran tak kunjung membayar gaji 32 karyawan untuk periode Maret. Bahkan dikhawatirkan akan berdampak pada pemberian tunjangan hari raya.

Sebab itu, politikus muda asal Golkar tersebut meminta Disnaker untuk langsung turun ke lokasi. Memastikan kondisi tersebut agar tidak terulang kembali. “Kasihan karyawan perusahaan yang bermitra dengan pemerintah. Boro-boro THR, gaji saja saya dengar telat dibayar,” ucapnya.

Menurut dia, karyawan yang bekerja di perusahaan pelat merah itu tidak berani melapor walaupun dijamin kerahasiaannya oleh Disnaker. Karena rawan adanya ancaman pemecatan. “Kalau kondisinya seperti ini, pegawainya takut melapor karena ada intimidasi atau takut diberhentikan. Makanya saya berharap Disnaker langsung turun ke sana,” serunya.

Ditemui terpisah, Kepala Disnaker Bontang Abdu Safa Muha mengungkapkan, soal fungsi pengawasan itu merupakan ranah Disnaker provinsi. Namun, kata Safa, hal itu tidak jadi masalah. Pihaknya menyambut baik saran tersebut dan langsung menjadwalkan kunjungan lokasi ke PT LBB pekan ini. “Sudah kami jadwalkan untuk turun langsung ke lokasi,” tandasnya.

Dia berharap dengan kunjungan tersebut bisa menyelesaikan persoalan gaji yang tertunggak. Sehingga tak ada lagi persoalan sama yang terulang kembali. “Akan kami periksa dan mintai keterangan. Semoga saja bisa memecahkan masalah ini,” sebutnya.

Sementara itu, Komisaris PT LBB Hariyadi menjelaskan, faktor keterlambatan gaji ini lantaran ada invoice yang belum dibayarkan oleh pengguna jasa. Dia menyadari angka pendapatan perusahaan selaku operator Pelabuhan Loktuan ini tiap bulannya naik-turun. Ditambah ada beban banyak perusahaan yang harus diselesaikan. Pihaknya pun telah menyampaikan kepada karyawan.

“Saya sudah minta pembayaran hak karyawan, mitra, dan biaya operasional untuk diutamakan,” tutur dia.

Terkait kejadian ini yang terulang kembali sebelumnya, ia pun meminta kepada pemegang saham agar komposisi manajemen tetap. Pihaknya akan melakukan pembinaan. Namun jika setelah ini tetap serupa maka pemegang saham bisa mengambil keputusan. “Ada prosedur sesuai dengan Undang-Undang PT,” terangnya. (ak/kpg/ind/k8) 

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria