SAMARINDA–Pemprov Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim terus berupaya menanggulangi banjir di Samarinda, dengan melakukan normalisasi sungai. Normalisasi sungai di Samarinda di tahun ini dilakukan dengan kembali menggandeng TNI lewat program Karya Bhakti.
Plt Kasi Sungai dan Pantai bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR-Pera Kaltim Fadly Kasim mengatakan, normalisasi sungai di Samarinda senilai Rp 4 miliar dengan masa kerja enam bulan, mulai 10 Maret hingga 5 September mendatang. “Normalisasi sungai bertujuan meningkatkan kapasitas aliran sungai, dan mengurangi sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan,” ucapnya, Senin (24/4).
Normalisasi sungai di Samarinda melalui anggaran itu meliputi tiga sungai, yaitu Sungai Sambutan, Sungai Makroman, yang masuk wilayah Kecamatan Sambutan, dan Sungai Karang Asam Kecil yang masuk wilayah Kecamatan Samarinda Ulu. Normalisasi sungai dilakukan dengan cara mengeruk dan melebarkan sungai sesuai dengan rencana.
“Untuk Sungai Sambutan, eksistingnya sekitar 4 meter, dan akan diperlebar menjadi 8-11 meter. Sedangkan Sungai Makroman, eksistingnya sekitar 19 meter, dan akan diperlebar menjadi 30 meter. Sementara Sungai Karang Asam Kecil eksistingnya sekitar 9 meter, dan akan tetap 9 meter, karena yang dikerjakan hanya pengerukan sedimentasi, lantaran di 2017 lalu sudah pernah dilebarkan,” ucapnya.
Dia menambahkan, saat ini fokus normalisasi sungai di Samarinda ada di Sungai Sambutan dan Sungai Makroman. Namun, terdapat kendala yang dihadapi saat ini, yakni adanya sebidang lahan sepanjang 200 meter di Sungai Sambutan yang masuk lahan warga. “Lahan tersebut sudah diturap ulin, sehingga kami menunda dahulu pekerjaannya sambil berkoordinasi dengan pemilik lahan. Untuk Sungai Makroman cenderung aman,” bebernya.
Dia menerangkan, setelah pekerjaan di Sungai Sambutan selesai, pekerjaan akan bergeser ke Sungai Karang Asam Kecil, titiknya dimulai dari Jalan Antasari Gang 2 sampai Gang Nusa Indah, Kecamatan Samarinda Ulu. Dirinya berharap, normalisasi sungai di Samarinda dapat selesai tepat waktu, sesuai dengan target. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai agar tidak mengganggu aliran air dan menyebabkan banjir.
“Kami berterima kasih kepada TNI yang telah membantu dalam normalisasi sungai. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian sungai sebagai sumber daya alam yang penting bagi kehidupan,” tutupnya. (dra)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria