Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

RBP akan Diresmikan, Kades Jonggon Jaya Yakin Produk Jahe Bisa Berjaya Kembali

izak-Indra Zakaria • 2023-05-10 23:18:37
Kades Jonggon Jaya, Muhammad Kholil (Elmo/Prokal.co)
Kades Jonggon Jaya, Muhammad Kholil (Elmo/Prokal.co)

TENGGARONG – Rumah Produksi Bersama (RBP) Jahe di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu akan diresmikan dan beroperasi tidak lama lagi. RPB hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dengan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) RI ini hadir untuk membantu menunjang produksi petani jahe Desa Jonggon Jaya dan sekitarnya.

Kepala Desa (Kades) Jonggon Jaya, Muhammad Kholil harap kehadiran RBP ini dapat meningkatkan kembali produksi jahe desanya. Mengingat sempat mati surinya produksi dikarenakan harga jahe yang anjlok di pasaran. Dan semangat menjadikan jahe produk unggulan Jonggon Jaya terbukti dengan petani-petani yang mulai menanam jahe lebih masif.

"Sampai saat ini petani di desa sudah mulai menanam kembali. Dan penanaman ini juga didukung langsung dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar," ungkap Kholil, Selasa (9/5).

Kholil mengatakan Distanak Kukar akan memberi bantuan berupa bibit jahe putih. Bibit ini nantinya diharapkan dapat menunjang produksi jahe di Jonggon Jaya. Nominal bibit yang diserahkan sendiri mencapai hingga 10 ton bibit. Untuk itu Kholil tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada tiap pihak yang terlibat. Dirinya harap semua bantuan ini dapat meringankan biaya produksi para petani.

“Saat ini kami masih terhambat di Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Sehingga proses pematangan lahan untuk menanam jahe harus dilakukan manual. Tapi kami sudah mengajukan pengadaan bantuan berupa mesin traktor, semoga bisa segera direalisasikan,” harapnya.

Desa Jonggon Raya sangat terkenal dengan produksi jahenya. Saat masa panen raya dulu, produksi jahe bisa mencapai 15 ton sebelum harganya yang anjlok di pasaran. Yakni Rp 5 ribu per kilogramnya. Untuk itu ia harap Pemkab Kukar juga dapat mengatur regulasi pemasarannya.

"Kami berharap pemerintah bisa menerbitkan regulasi untuk mengatur limit harga minimum. Karena kasihan petani, jahe ini kan biaya produksinya besar," tutup Kholil. (adv/moe)

Editor : izak-Indra Zakaria